Kesehatan otot dasar panggul atau pelvic floor muscle sering terabaikan, padahal perannya vital.

Otot ini menopang organ-organ penting seperti kandung kemih, rahim, dan usus, serta menjaga kontrol buang air kecil dan besar.

in1

>>> Qualcomm Luncurkan CPU Dragonfly C1000 dan Akselerator AI300 untuk Pusat Data

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Bamed, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, menjelaskan bahwa otot dasar panggul bekerja seperti ayunan yang menopang organ di sekitarnya.

Ia menekankan pentingnya otot ini dalam menjaga fungsi organ panggul, postur tubuh, dan stabilitas inti bersama otot perut dan punggung bawah.

Jika otot dasar panggul melemah, berbagai keluhan bisa muncul. Mulai dari inkontinensia urine, nyeri panggul, hingga penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.

Penyebab Otot Dasar Panggul Melemah

Kehamilan dan persalinan menjadi salah satu penyebab utama karena memberikan tekanan besar pada jaringan otot panggul. Selain itu, pertambahan usia juga menurunkan kekuatan otot secara alami.

Faktor risiko lain meliputi obesitas, batuk kronis, sering mengangkat beban berat, konstipasi berkepanjangan, dan kurang aktivitas fisik. Tekanan berulang pada panggul membuat otot kehilangan elastisitas dan kekuatannya.

Pada perempuan, perubahan hormonal saat menopause juga memengaruhi kualitas jaringan penyangga panggul, meningkatkan risiko gangguan fungsi otot.

Dampak pada Stabilitas Tubuh

Otot dasar panggul merupakan bagian dari sistem otot inti (core muscles).

>>> Pre-order Grand Theft Auto VI Resmi Dibuka Secara Global

Otot ini bekerja bersama diafragma, otot perut, dan otot punggung untuk menjaga keseimbangan tubuh saat berdiri, berjalan, atau beraktivitas.

Jika fungsinya terganggu, stabilitas tubuh bisa menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung bawah dan gangguan postur.