Kebocoran urine saat batuk, tertawa, atau melompat bisa menjadi tanda disfungsi dasar panggul (pelvic floor dysfunction/PFD). Kondisi ini kerap tidak disadari oleh banyak perempuan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG.

>>> Portugal Ditahan Kongo, Ronaldo Dinilai Buat Permainan Tak Wajar

, FAUCICOG. , MM.

, MARS, menjelaskan bahwa otot dasar panggul berperan penting menopang organ di area panggul. Otot ini juga mendukung fungsi berkemih, buang air besar, dan fungsi seksual.

Namun, seiring bertambahnya usia, aktivitas sehari-hari, atau kondisi tertentu, kekuatan otot dasar panggul dapat menurun. Akibatnya, organ tidak lagi berfungsi optimal.

Menurut Yeni, disfungsi dasar panggul disebabkan oleh berbagai faktor.

Mulai dari kehamilan, persalinan normal, obesitas, proses penuaan terkait penurunan hormon estrogen, hingga riwayat operasi di area panggul.

Gejala yang muncul antara lain inkontinensia urine, kesulitan mengontrol buang air besar, hingga masalah fungsi seksual. "Urinenya jadi sering bocor saat batuk, loncat, atau tertawa.

>>> Pemerintah Pangkas Antrean Haji Indonesia Menjadi 26 Tahun

Tidak bisa menahan buang angin, atau bahkan sulit menahan buang air besar," kata Yeni dalam Bamed Seminar Media di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan bahwa disfungsi dasar panggul bukan sekadar masalah estetika. "Sudah ke arah krisis kesehatan global yang memengaruhi kualitas hidup perempuan sehari-hari," ujarnya.

Banyak kasus tidak terdiagnosis karena gejalanya dianggap normal akibat penuaan atau setelah melahirkan.

Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, hubungan sosial, hingga kesehatan mental karena menimbulkan rasa malu dan menurunkan kepercayaan diri.

Yeni mengimbau perempuan yang mengalami gejala seperti kebocoran urine saat batuk, tertawa, atau beraktivitas fisik untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75%, Tekanan Global Masih Tinggi

Dengan diagnosis dan penanganan tepat, masalah ini bisa diatasi.