Pemerintah Pangkas Antrean Haji Indonesia Menjadi 26 Tahun
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berhasil memangkas masa tunggu antrean jemaah haji Indonesia menjadi 26 tahun.
Selain itu, biaya perjalanan ibadah haji juga mengalami penurunan.
>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75%, Tekanan Global Masih Tinggi
Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi berbagai terobosan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Hal itu disampaikan setelah menghadiri rapat bersama Kepala Negara di Hambalang, Bogor.
"Bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji dan Pak Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun," kata Cucun.
Meskipun penurunan sudah signifikan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa angka tersebut masih belum cukup. Ia meminta jajarannya untuk memangkasnya kembali.
"Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi, seperti apa skemanya kalau misalkan antrean ini tidak panjang," lanjut Cucun.
>>> OJK Tetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI Periode 2026-2030
Penurunan Biaya dan Peningkatan Fasilitas
Penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tercatat mencapai sekitar Rp 6 juta dalam dua tahun terakhir. Hal ini diklaim meringankan beban lebih dari 200 ribu jemaah reguler.
Wakil Ketua DPR RI tersebut juga mengabarkan peningkatan fasilitas akomodasi jemaah selama di Arab Saudi.
Tercatat hampir 17 ribu jemaah haji reguler menempati hotel bintang lima di Zona 1 Madinah yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi pada musim haji kali ini.
"Kami mendengarkan testimoni dari para jemaah, 'Pak, kami nggak ngebayangkan diberikan hotel yang bagus seperti ini, bisa melaksanakan ibadah haji di hotel bintang 5 yang tidak jauh dari masjid'," ungkap Cucun.
Pembenahan lainnya menyasar sektor konsumsi jemaah di bawah koordinasi kementerian terkait.
>>> BI Pastikan Ketahanan Perbankan Nasional Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Menurut Cucun, Kementerian Haji sukses bernegosiasi dengan pihak syarikah di Arab Saudi untuk menyajikan menu masakan yang sesuai dengan lidah jemaah asal Indonesia.
Update Terbaru
Chelsea Dekati Lima Pemain Real Madrid untuk Perkuat Skuad
Kamis / 18-06-2026, 16:56 WIB
Rupiah Menguat ke 17.735 per Dolar AS pada Perdagangan Hari Ini
Kamis / 18-06-2026, 16:56 WIB
Harga Bitcoin Tembus 126 Ribu Dolar AS Menjelang Pertengahan Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:55 WIB
Harga Crypto Hari Ini 18 Juni 2026 Bergerak Fluktuatif di Pasar Global
Kamis / 18-06-2026, 16:55 WIB
Kementerian ESDM Pangkas Insentif Biodiesel Jadi Rp32 Triliun pada 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:55 WIB
Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin untuk Haul Akbar Ulama Betawi di Monas
Kamis / 18-06-2026, 16:55 WIB
NATO Pantau Perkembangan Komunikasi Eropa-Rusia
Kamis / 18-06-2026, 16:55 WIB
Panselnas Cabut Penalti Rp100 Juta dalam Seleksi KDKMP dan KNMP
Kamis / 18-06-2026, 16:55 WIB
Kritik Tajam untuk Cristiano Ronaldo Usai Portugal Imbang Lawan Kongo
Kamis / 18-06-2026, 16:53 WIB
China Rilis Buku Putih Reformasi Tata Kelola Global untuk Isu Baru
Kamis / 18-06-2026, 16:52 WIB
Gibran Usul Libatkan Pesantren hingga PKK dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 16:52 WIB
HIPMI Stocks Sambut Positif Direksi Baru BEI, Dorong IPO Perusahaan Nasional
Kamis / 18-06-2026, 16:52 WIB
Warga Koja Protes Sistem Zonasi SPMB, Anak Dekat Sekolah Tak Diterima
Kamis / 18-06-2026, 16:52 WIB
BNPB: Korban Meninggal Gempa Sulteng Bertambah Jadi Tiga Orang
Kamis / 18-06-2026, 16:52 WIB






