Pernyataan Prabowo muncul di tengah meningkatnya peluang ekspor beras dan pupuk Indonesia ke berbagai negara.

Untuk komoditas beras, Perum Bulog saat ini tengah menjajaki ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia.

in1

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembahasan dengan Malaysia telah memasuki tahap negosiasi harga.

Jika terealisasi, nilai transaksi ekspor tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun.

Selain Malaysia, pemerintah juga membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain seperti Filipina, Papua Nugini, hingga Arab Saudi.

Pada awal 2026, Indonesia telah merealisasikan ekspor perdana beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi.

Di sektor pupuk, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Indonesia akan mengekspor pupuk urea ke Australia secara bertahap dengan potensi nilai mencapai Rp7 triliun.

Tahap awal ekspor telah dilakukan dari Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, dengan volume 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar.

>>> AS Lunak, Iran Bisa Masuk Seattle H-2 Sebelum Lawan Mesir

Pemerintah juga menyebut sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh telah menyatakan minat untuk membeli pupuk urea dari Indonesia.