Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik orang-orang di sekitar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai mereka ceroboh dalam mengatur citra Gibran di mata publik.

Pernyataan itu disampaikan Rocky menanggapi dugaan oknum aparat kepolisian memberikan uang Rp20 juta kepada mantan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin.

in1

>>> Cara Cek 8 Daftar Penerima Manfaat Subsidi dan Bansos Pemerintah Cair Juli 2026

Uang tersebut diduga untuk memindahkan titik aksi dari Istana Kepresidenan ke DPR RI.

"Gibran mungkin tutup mata aja kalau aparatnya sebar amplop. Tapi dari segi itu pun netizen yang umurnya sekarang, 2 tahun lagi akan ingat ini.

Oh, itu kan main duit tuh," ujar Rocky dalam kanal YouTube IDN TIMES, dikutip Kamis (25/6).

"Jadi orang di sekitar Gibran juga dungu mengatur penampilan Pak Gibran sebagai calon pemimpin," tegasnya.

Kampus Nonaktifkan Ketua BEM

Sebelumnya, Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyatakan kampus telah menonaktifkan Abdimaludin dari posisi Ketua BEM FH. Hal ini setelah ia mengakui menerima uang Rp20 juta.

>>> D'Academy 8 Audition Puncaki Rating Televisi Nasional per Kamis, 25 Juni 2026: Indosiar Kuasai Dua Besar

Daniel menjelaskan, uang tersebut diterima Abdi dari seorang alumni Fakultas Hukum UBK. Alumni itu mendapatkannya melalui oknum aparat kepolisian.

"Melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian.

Jadi ada pengakuan dari yang bersangkutan," kata Daniel dalam konferensi pers di kampus UBK, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

"Dari pengakuan yang bersangkutan, uang tersebut diserahkan pada Senin dini hari menjelang aksi mahasiswa dari beberapa BEM di UBK dengan catatan agar mereka tidak melakukan demonstrasi ke Istana.

>>> Kemlu Ungkap Kondisi WNI usai Dua Gempa Besar Guncang Venezuela

Mereka disarankan oleh oknum alumni tersebut untuk melakukan demonstrasi di DPR RI," sambungnya.