Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan Presiden Prabowo Subianto berpotensi tidak menyelesaikan masa jabatannya hingga 2029.

Menurutnya, hal itu akan terjadi jika Prabowo tidak melakukan perubahan radikal melalui perombakan kabinet besar-besaran.

in1

>>> Cek Status Penerima PIP 2026 Secara Online Lewat SIPINTAR, Begini Caranya

Rocky menilai momentum yang tepat adalah pada Oktober atau November 2026. Ia menegaskan bahwa setidaknya 75 hingga 80 persen anggota Kabinet Merah Putih harus diganti.

"Mungkin setelah Oktober, misalnya Presiden tidak lakukan radical break, tidak mengganti 75–80% kabinet di Oktober–November, dia pasti jatuh.

Momentumnya cuma itu," ujarnya dalam kanal YouTube IDN TIMES, dikutip Kamis (25/6).

Menurut Rocky, penyebab kejatuhan bukan berasal dari rakyat, melainkan dari Prabowo sendiri. Ia menilai presiden membiarkan kabinet transaksional terlalu lama sambil menumpuk krisis.

>>> Cara Cek PKH dan BPNT 2026 Secara Online, Begini Langkah Mudahnya

Krisis tersebut termasuk dari program-program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Bukan kita inginkan jatuh, tapi semua syarat sosiologis untuk membatalkan kepemimpinan beliau sampai 2029 sudah tidak ada lagi peluang itu," kata ahli filsafat itu.

Komposisi Kabinet Merah Putih

Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beranggotakan 109 orang.

Jumlah itu terdiri dari 48 menteri, 5 pejabat setingkat menteri (kepala badan/lembaga), serta 56 wakil menteri.

>>> 8 Cara Mengatasi HP Cepat Panas di 2026 agar Performa Stabil

Dari total tersebut, 18 di antaranya merupakan menteri dan pejabat era Presiden Joko Widodo yang kembali ditarik masuk oleh Prabowo.