Hyundai Motor Group mengembangkan sistem pencahayaan kabin yang mampu membunuh bakteri penyebab pneumonia hingga 99,9% hanya dalam 30 detik.

Teknologi bernama Plasma Care UVC ini menggunakan lampu Far-UVC yang dipasang di headliner kendaraan.

in1

>>> AS Blokir Penjualan Mobil Polestar Mulai 2027, Termasuk Model Buatan Amerika

Lampu tersebut bekerja pada panjang gelombang 200-230 nanometer, sehingga aman bagi manusia karena hanya mencapai lapisan keratin terluar kulit.

Berbeda dengan lampu UV-C yang digunakan pada kompartemen di Santa Fe dan Palisade, Far-UVC tidak membahayakan kulit manusia.

Namun, sinarnya cukup kuat untuk menghancurkan DNA bakteri dan virus.

Hasil Uji Coba

Dalam pengujian, sistem ini mampu membunuh 96,8% virus di udara dalam 30 menit.

Khusus untuk bakteri penyebab pneumonia, efektivitasnya mencapai 99,9% dalam 30 detik dan 100% dalam 60 detik.

>>> Lexus Hentikan EV Sedan LF-ZC, Setujui Penerusnya di Hari yang Sama

Selain itu, lampu ini juga dapat membunuh 99,9% bakteri E. coli dalam 40 menit paparan.

Teknologi ini juga mampu mengurai senyawa penyebab bau tak sedap, sehingga kabin tetap segar.

Hyundai dan Kia menargetkan penerapan Plasma Care UVC pada kendaraan niaga (PBV) seperti Kia PV5, serta bus sekolah dan truk pengangkut buah.

Namun, kedua perusahaan belum mengumumkan kapan teknologi ini akan hadir di mobil produksi massal.

>>> Porsche Ganti Basis Cayman dengan 911 untuk GT4 R Baru

“Plasma Care UVC dikembangkan untuk digunakan di lingkungan kabin kendaraan terbuka dengan penumpang, melampaui metode sanitasi konvensional yang terbatas pada area tertutup,” ujar Han Joo Jang, peneliti senior Hyundai dan Kia.