Lexus secara resmi menghentikan pengembangan versi produksi dari konsep sedan listrik LF-ZC. Namun, di hari yang sama, pabrikan Jepang itu menyetujui kendaraan penerus yang akan menggunakan teknologi serupa.

Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Presiden Toyota sekaligus Chief Technology Officer Hiroki Nakajima kepada Nikkei CrossTech.

in1

>>> Porsche Ganti Basis Cayman dengan 911 untuk GT4 R Baru

Menurutnya, penghentian dilakukan karena LF-ZC membutuhkan investasi besar untuk cetakan dan peralatan produksi massal.

Meski proyek LF-ZC dihentikan, banyak teknologi baru yang sudah rampung dikembangkan.

Termasuk struktur gigacast modular yang membagi bodi menjadi tiga bagian depan, tengah, dan belakang yang dapat dibaut menjadi satu.

Selain itu, platform elektronik dan elektrikal untuk sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) serta sel baterai prismatik juga siap diproduksi.

Teknologi inilah yang akan digunakan pada kendaraan penerus LF-ZC.

>>> Ferrari Sendiri yang Membuat SF90 XX Ini, Bukan Mansory

Nakajima mengungkapkan bahwa persetujuan untuk kendaraan penerus diberikan pada hari yang sama dengan pembatalan LF-ZC. Keputusan ini menunjukkan keseriusan Lexus dalam mengembangkan mobil listrik meskipun mengubah bentuknya.

Bentuk pasti dari kendaraan penerus masih belum diketahui.

Namun, analis memperkirakan Lexus akan beralih ke crossover atau SUV listrik, mengingat segmen tersebut lebih populer dibandingkan sedan.

Langkah ini juga dipandang sebagai respons terhadap persaingan di pasar mobil listrik global, di mana BMW iX3 dan Mercedes-Benz GLA EQ baru saja meluncur.

>>> Mercedes-AMG GLA Electric Terlihat, Tampil Biasa tapi Bertenaga Besar

Lexus tampaknya ingin bersaing di segmen yang sama.