Korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 164 orang per Kamis (25/6).

Pelaksana Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan bahwa selain korban tewas, sekitar 971 orang lainnya mengalami luka-luka akibat gempa yang terjadi pada Rabu malam waktu setempat.

in1

>>> KPK Geledah Kantor BPK Sumsel, Sita Dokumen Dugaan Suap

Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah. Tim SAR dan pihak berwenang masih melakukan pencarian serta evakuasi warga dari reruntuhan gedung dan bangunan lainnya.

Menurut laporan AFP, Rodriguez juga mengungkapkan bahwa Venezuela telah diguncang 30 kali gempa susulan setelah dua gempa besar tersebut.

United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 yang berpusat di San Felipe, Negara Bagian Yaracuy.

Sekitar 39 detik kemudian, gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 terjadi.

USGS memperingatkan bahwa gempa kedua berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan yang luas.

>>> 5 Kebiasaan Pagi yang Sebaiknya Dihindari Menurut Dokter Umum

Lembaga itu memperkirakan terdapat peluang 44 persen jumlah korban tewas akan melampaui 10.000 orang, dan peluang 30 persen angka kematian dapat melebihi 100.000 orang.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga ibu kota Caracas.

Sejumlah bangunan dilaporkan runtuh, pasokan bahan bakar terputus, dan warga yang terjebak di bawah reruntuhan terdengar meminta pertolongan.

Menteri Dalam Negeri Venezuela telah mengimbau warga untuk segera meninggalkan rumah demi keselamatan. Presiden Rodriguez juga telah mendeklarasikan status darurat nasional.

>>> Yamaha Akui Penjualan Motor Tertekan Kondisi Ekonomi

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, China, Spanyol, dan Prancis telah menyatakan akan mengirim bantuan darurat ke Venezuela.