KNEKS Paparkan Sukses dan Tantangan Ekonomi Syariah RI di BIE-CON 2026
Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memaparkan strategi pengembangan ekonomi syariah Indonesia dalam Brunei Islamic Economy Conference (BIE-CON) 2026 di Brunei Darussalam.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat menyampaikan pidato berjudul "Indonesia's Islamic Economy Blueprint: Building a Multi-Sector Halal Ecosystem - Lessons for a High-Performance Islamic Economy".
>>> Smilegate Buka Praregistrasi MIRESI: Invisible Future Jelang Anime Expo 2026
Pidato tersebut dihadiri pembuat kebijakan, pelaku industri, ulama, dan akademisi dari kawasan ASEAN dan GCC.
Tiga Kesenjangan Struktural
Sutan mengungkapkan tiga kesenjangan struktural yang masih dihadapi Indonesia, yaitu ekspor halal, pangsa keuangan syariah, serta literasi dan inklusi.
Meski demikian, Indonesia memiliki potensi terbesar di antara negara-negara berpenduduk Muslim di dunia.
Sutan memaparkan sejumlah capaian, antara lain Indonesia naik dari peringkat 11 pada 2018 menjadi peringkat 4 dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2025.
Ekspor produk halal nasional tumbuh 23 persen secara tahunan mencapai USD 63,4 miliar pada 2025.
>>> Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Apakah Masih Berhak Menerima Bantuan
Rasio total aset keuangan syariah terhadap PDB mencapai 51,78 persen pada 2025, melampaui target RPJMN sebesar 45,38 persen.
Kontribusi halal value chain terhadap PDB nasional mencapai 24,8 persen pada 2025.
Indonesia juga melampaui target sertifikasi 10 juta produk halal yang dicanangkan untuk tahun 2026.
Sebanyak 31 provinsi telah membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) sebagai simpul koordinasi kebijakan di tingkat daerah.
"Dalam tujuh tahun, Indonesia melompat dari peringkat sebelas menjadi peringkat empat dalam Global Islamic Economy Indicator.
>>> Cara Pinjam Uang di DANA Melalui Fitur DANA Cicil
Ini adalah hasil dari komitmen lintas kementerian dan lembaga yang dikoordinasikan secara konsisten melalui kerangka hukum dan kelembagaan yang kuat," ujar Sutan.
Update Terbaru
INDEF: El Nino dan Geopolitik Ancam Ketahanan Pangan RI, Pemerintah Diminta Antisipasi
Kamis / 25-06-2026, 20:49 WIB
Kantongi Laba Rp1,32 Triliun, PTK Pacu Ekspansi Bisnis Maritim di 2026
Kamis / 25-06-2026, 20:49 WIB
AS Blokir Penjualan Mobil Polestar Mulai 2027, Termasuk Model Buatan Amerika
Kamis / 25-06-2026, 20:45 WIB
Jadwal Siaran Langsung Curacao vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 20:45 WIB
Trump Keluhkan Italia-Inggris Tak Bantu Perang Lawan Iran ke Bos NATO
Kamis / 25-06-2026, 20:45 WIB
BPS Ungkap Alasan Usaha Online Tetap Didata dalam Sensus Ekonomi 2026
Kamis / 25-06-2026, 20:42 WIB
5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Cocok untuk Gaming dan Simpan File
Kamis / 25-06-2026, 20:42 WIB
Galaxy A27 Segera Rilis di AS, Tapi Diskon A37 Bikin Bingung
Kamis / 25-06-2026, 20:42 WIB
Consumer Reports AS Beri Peringkat Tertinggi untuk TV OLED Samsung S95H
Kamis / 25-06-2026, 20:42 WIB
Perubahan Tidur Aneh? Ahli Sebut Bisa Jadi Tanda Awal Demensia
Kamis / 25-06-2026, 20:42 WIB
Bumbu Dapur Ini Bisa Cegah Jamur di Rumah, Kata Penelitian
Kamis / 25-06-2026, 20:42 WIB
realme NARZO Days Sale: Diskon Smartphone Hingga 30 Juni 2026
Kamis / 25-06-2026, 20:42 WIB
Samsung Galaxy A27 5G Resmi: Layar AMOLED 120Hz dan Snapdragon 6 Gen 3
Kamis / 25-06-2026, 20:40 WIB
Xiaomi 17T Pro vs iQOO 15: Perbandingan Flagship 2026 Mana yang Lebih Unggul?
Kamis / 25-06-2026, 20:40 WIB






