Homo sapiens mungkin dianggap sebagai puncak evolusi manusia modern, tetapi di Eropa, Neanderthallah yang lebih dulu hadir.

Fosil Neanderthal menunjukkan keberadaan mereka di Eropa selatan sejak 430.000 tahun lalu, jauh sebelum Homo sapiens muncul sekitar 300.000 tahun lalu.

in1

>>> Penelitian Ungkap Dampak Kucing terhadap Kesehatan Mental

Selama ribuan tahun, Neanderthal beradaptasi dengan iklim keras dan menyebar ke sebagian besar Eropa.

Kepunahan mereka terjadi tak lama setelah kedatangan Homo sapiens sekitar 40.000 tahun lalu, meski penyebab pastinya masih diperdebatkan.

Keragaman Evolusi Neanderthal

Memetakan evolusi Neanderthal selama ribuan tahun bukanlah tugas mudah.

Fosil dari berbagai tempat dan periode menunjukkan variasi besar, sehingga sulit menyusun cerita linier.

Periode antara 240.000 hingga 200.000 tahun lalu menjadi teka-teki: apakah Neanderthal sudah memiliki ciri klasik atau masih membawa sifat nenek moyang?

Fosil yang ada memberikan jawaban yang saling bertentangan.

Gigi yang Mengubah Segalanya

Gigi Neanderthal yang membatu dari situs Payre di tenggara Prancis, berusia 250.000 tahun, membantu menjelaskan keragaman dan evolusi Neanderthal pada Pleistosen Tengah.

>>> Indonesia Jadi Negara Pertama, L'Oréal Gandeng Shopee Gelar House of Beauty Hyper Brand Day

Gigi-gigi ini ditemukan di beberapa lapisan stratigrafi, memungkinkan peneliti melacak perubahan fitur dari waktu ke waktu.

Tim ilmuwan meneliti sembilan gigi tersebut dengan teknik mutakhir: analisis bentuk luar, pemodelan 3D sambungan enamel-dentin, dan pengukuran proporsi jaringan.

Hasilnya, yang diterbitkan di Archaeological and Anthropological Sciences, mengungkap keragaman tak terduga yang memperkuat gagasan bahwa evolusi Neanderthal tidak linier atau seragam.

Populasi Mozaik yang Dibentuk oleh Iklim

Alih-alih transformasi bertahap, populasi Neanderthal berevolusi melalui gelombang regional yang berurutan, seirama dengan perubahan iklim drastis.

Siklus glasial mengubah rute migrasi, membatasi kontak antar kelompok, dan kadang mengisolasi populasi untuk waktu lama.

Dalam iklim yang keras dan terus berubah, muncullah mozaik evolusi.

>>> Rayakan 1 Dekade Aerox di RI, Ribuan Ngabers Riding Bareng di Jakarta

Kelompok yang terisolasi mengembangkan ciri unik, lalu terhubung kembali dengan populasi lain saat iklim membaik.