Spesies manusia purba Homo habilis kembali menjadi pusat perdebatan di dunia paleoantropologi. Temuan fosil baru mengungkap anatomi yang dinilai sangat berbeda dari manusia modern.

Kerangka baru yang dideskripsikan peneliti pada Januari 2026 disebut sebagai fosil Homo habilis paling lengkap yang pernah ditemukan.

>>> Kenali Sembilan Gejala Kanker Serviks yang Sering Diabaikan Wanita

Fosil berusia sekitar 2 juta tahun itu memberikan gambaran lebih jelas mengenai bentuk lengan spesies tersebut.

Hasilnya mengejutkan para ilmuwan. Alih-alih menyerupai manusia, lengan Homo habilis justru panjang seperti kera.

Temuan ini memicu pertanyaan besar mengenai kelayakan spesies tersebut dimasukkan ke dalam genus Homo. Selama puluhan tahun, Homo habilis dianggap sebagai salah satu anggota awal genus Homo.

Spesies ini pertama kali diperkenalkan pada 1964 setelah penemuan fosil di Tanzania pada 1960-an.

Dengan usia sekitar 2,4 juta hingga 1,65 juta tahun, Homo habilis selama ini diposisikan sebagai jembatan evolusi antara australopithecus dan manusia modern.

Namun, bukti fosil yang terbatas membuat gambaran fisiknya masih penuh tanda tanya. Ilmuwan sebelumnya hanya memiliki tiga kerangka tidak lengkap.

Perdebatan Klasifikasi Genus

Ahli paleoantropologi dari American Museum of Natural History, Ian Tattersall, menilai bentuk lengan panjang itu sangat mirip australopithecus.

Kelompok manusia purba ini masih memiliki banyak ciri seperti kera.

Menurut Tattersall, temuan tersebut bisa menjadi indikasi bahwa Homo habilis sebenarnya bukan bagian dari genus Homo. Perdebatan mengenai asal-usul genus Homo memang sudah berlangsung lama.

Garis keturunan manusia terpisah dari simpanse lebih dari 5 juta tahun lalu.

Spesies awal setelah perpisahan itu, seperti Australopithecus afarensis yang terkenal dengan fosil Lucy, memiliki lengan panjang, tubuh kecil, dan otak yang belum berkembang besar.