Penemuan fosil baru Homo habilis mengguncang teori evolusi manusia.

Kerangka berusia 2 juta tahun yang dideskripsikan pada Januari 2026 ini memberikan gambaran paling jelas tentang anatomi spesies tersebut.

>>> Prof Purwiyatno Hariyadi Jelaskan Risiko Mencuci Daging Kurban

Fosil tersebut memperlihatkan bahwa lengan H. habilis panjang dan menyerupai kera.

Karakteristik ini memicu perdebatan di kalangan ilmuwan mengenai status evolusi spesies yang hidup sekitar 2,4 juta hingga 1,65 juta tahun lalu itu.

Perdebatan Klasifikasi

Sejak ditemukan di Tanzania pada 1960-an, H. habilis dimasukkan ke dalam genus Homo. Keputusan itu didasarkan pada ukuran otak yang lebih besar dari australopithecine.

Namun, fosil baru membuat beberapa ahli meragukan klasifikasi tersebut. "Seiring makin banyaknya fosil yang kami temukan, kami memperluas definisi genus Homo.

Mungkin kali ini kami memperluasnya terlalu jauh," ujar Bernard Wood, ahli paleoantropologi dari George Washington University.

Ian Tattersall dari American Museum of Natural History menyebut lengan fosil itu "sangat mirip australopith." Ia pun mendukung pandangan bahwa H. habilis bukan bagian dari genus manusia.

Usulan Perubahan Nama

Bernard Wood dan Mark Collard mengusulkan agar spesies ini dipindahkan ke genus Australopithecus. Jika disetujui, nama ilmiahnya akan berubah menjadi Australopithecus habilis.

>>> Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar agar Awet dan Higienis

Namun, Ian Tattersall kurang setuju. Menurutnya, ukuran otak dan gigi H. habilis mirip manusia, sehingga lebih tepat ditempatkan dalam genus tersendiri.

Di sisi lain, Carol Ward dari University of Missouri menilai proporsi lengan mirip kera tidak selalu menentukan klasifikasi.

"Proporsi anggota tubuh mirip kera tak selalu memberi banyak informasi," katanya.

Adaptasi Bertahap

Para peneliti menduga leluhur awal manusia menghabiskan banyak waktu memanjat pohon. Lengan panjang menjadi fitur berguna untuk bertahan hidup.

Seiring waktu, mereka beradaptasi untuk berjalan di tanah. Namun, spesies pertama genus Homo kemungkinan mempertahankan lengan panjang karena tidak ada tekanan evolusi kuat untuk memendekkannya.

Penyebab pasti penyusutan ukuran lengan pada fase berikutnya belum diketahui. Beberapa ilmuwan menduga lengan pendek memberikan keuntungan saat berlari dan menggunakan alat.

>>> Jadwal Kapal Pelni Surabaya Baubau 25 Mei hingga 4 Juni 2026

"Kerangka H. habilis justru mendukung gagasan mungkin ada transisi lebih bertahap dari australopith ke Homo," sebut Ward.