Prof Purwiyatno Hariyadi Jelaskan Risiko Mencuci Daging Kurban
Guru Besar Teknologi Pangan IPB University, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, MSc, memberikan penjelasan mengenai penanganan daging kurban yang tepat.
Ia menegaskan bahwa mencuci daging kurban sebelum disimpan sebenarnya tidak dianjurkan.
>>> Kepergian Mauricio Souza Picu Ketidakpastian Tiga Pemain Brasil Persija
Menurut Prof Purwiyatno, jika daging tampak bersih, sebaiknya langsung disimpan tanpa dicuci.
Namun, jika ada kotoran fisik akibat proses penyembelihan yang kurang higienis, kotoran tersebut harus dibuang dan daging boleh dicuci.
Larangan mencuci daging mentah didukung oleh penelitian dalam Journal of Food Protection.
Studi tersebut menunjukkan bahwa air mengalir yang membentur permukaan daging dapat memicu efek aerosolisasi, menyebarkan kontaminan ke area sekitar.
Cipratan air dari daging mentah berpotensi menyebarkan mikroorganisme patogen seperti Salmonella atau Campylobacter. Jangkauan penyebaran kuman ini bisa mencapai radius hingga 1 meter.
Kuman tersebut dapat menempel pada wastafel, peralatan makan, atau makanan matang di sekitarnya.
>>> PT Adaro Andalan Indonesia Tbk Bagikan Dividen Final Rp3,55 Triliun
Selain itu, mencuci daging meningkatkan kadar kelembapan pada permukaan, menciptakan lingkungan yang disukai mikroorganisme untuk berkembang biak dan mempercepat pembusukan.
Manajemen Pencairan yang Tepat
Selain masalah higienitas, Prof Purwiyatno juga menekankan pentingnya proses thawing yang benar.
Ia menyarankan untuk memotong daging menjadi porsi kecil sebelum dibekukan agar saat memasak hanya perlu mengambil satu porsi.
Membekukan kembali daging yang sudah mencair dapat membentuk kristal es besar yang merusak struktur sel.
Akibatnya, saat dicairkan lagi, terjadi drip loss yang menghilangkan vitamin, mineral, dan protein fungsional, sehingga daging menjadi kering, hambar, dan keras.
>>> Bumi Resources Minerals Raih Penghargaan Best Investortrust Companies 2026
Cara terbaik untuk mencairkan daging beku adalah memindahkannya dari freezer ke chiller semalaman. Metode ini menaikkan suhu secara bertahap tanpa merusak jaringan sel.
Update Terbaru
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Mei 2026: Beroperasi Normal hingga Malam
Kamis / 28-05-2026, 00:19 WIB
Tenaga Kesehatan Darurat Hadapi Risiko Kekerasan dan Burnout Tinggi
Kamis / 28-05-2026, 00:19 WIB
Arsenal Buru Morgan Rogers untuk Perkuat Skuad Juara
Kamis / 28-05-2026, 00:19 WIB
Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban Simental 900 Kg di Wonogiri
Kamis / 28-05-2026, 00:19 WIB
Son Heungmin Isyaratkan Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Internasional Terakhirnya
Kamis / 28-05-2026, 00:18 WIB
Jalur Pantura Jawa Tengah Diproyeksikan Jadi Sentra Baru Sapi Perah
Kamis / 28-05-2026, 00:18 WIB
Chicago Fire FC Berusaha Rekrut Robert Lewandowski
Kamis / 28-05-2026, 00:18 WIB
Veda Ega Pratama Berpeluang Cetak Hasil Impresif di Moto3 Italia 2026
Kamis / 28-05-2026, 00:18 WIB
5 Rekomendasi Lipstik PIXY untuk Tampil Cantik saat Long Weekend
Kamis / 28-05-2026, 00:18 WIB
Astra International Fokus pada Pendekatan Portofolio Berorientasi Imbal Hasil
Kamis / 28-05-2026, 00:18 WIB
Hidemasa Morita Tinggalkan Sporting CP, Gabung Leeds United
Kamis / 28-05-2026, 00:14 WIB
FIFA Resmi Rilis Markas Latihan Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, Kanada
Kamis / 28-05-2026, 00:14 WIB
Sri Sultan HB X Respons Pembubaran Ibadah GMS di Bantul
Kamis / 28-05-2026, 00:14 WIB
eFootball Rayakan Ulang Tahun ke-9 Versi Mobile dengan Promo Diskon DANA
Kamis / 28-05-2026, 00:14 WIB






