Hari Raya Iduladha identik dengan melimpahnya daging kurban. Tak jarang, daging yang diterima tidak langsung habis dimasak dan perlu disimpan sebagai stok.

Namun, penyimpanan daging kurban tidak boleh asal-asalan. Kesalahan dalam menyimpan dapat menurunkan kualitas dan bahkan menyebabkan keracunan.

>>> Usai Raih Penghargaan ANRI, Akun TikTok Dian Rana Resmi Centang Biru

Mhd. Aldrian, sarjana gizi dari Universitas Andalas, membagikan panduan aman penyimpanan daging kurban.

Berikut delapan langkah penting yang perlu diperhatikan.

Langkah Penting Menyimpan Daging Kurban

1. Segera Simpan, Jangan Biarkan di Suhu Ruangan

Kesalahan umum adalah membiarkan daging terlalu lama di meja dapur. Padahal, bakteri cepat berkembang biak pada suhu ruang.

Idealnya, daging kurban harus segera diproses dan tidak didiamkan lebih dari dua jam setelah diterima.

2. Pisahkan Daging dan Jeroan

Pemisahan daging dengan jeroan penting untuk mencegah kontaminasi silang. Jeroan hijau seperti usus dan babat memiliki risiko bakteri lebih tinggi.

Drh. Ira Firgorita dari Kementan menyarankan jeroan hijau sebaiknya direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan.

3. Keringkan dengan Tisu Dapur, Jangan Dicuci

Jika daging sudah bersih dan kering, tidak perlu dicuci. Pencucian hanya dilakukan jika daging terkena kotoran tanah, rumput, atau bulu.

Setelah dicuci, daging harus ditiriskan dan dikeringkan dengan tisu dapur untuk mengurangi kadar air yang memicu bakteri.

>>> Fakta di Balik Rumor Upin & Ipin Meninggal, Ini Klarifikasi Resminya

4. Jaga Kebersihan Tangan dan Alat

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik sebelum dan sesudah memegang daging mentah. Gunakan talenan dan pisau terpisah untuk daging mentah dan makanan matang.