Menjelang Hari Raya Iduladha, masyarakat perlu lebih memperhatikan cara pembagian daging kurban. Proses distribusi yang asal-asalan berisiko memicu kontaminasi bakteri.

Dr. Muhamad Baihaqi, Dosen Fakultas Peternakan IPB University, menyebut banyak lokasi penyembelihan di Indonesia belum memenuhi standar kebersihan.

>>> Justin Bieber dan Hailey Jadi Mak Comblang Asmara Kendall Jenner, Ini Faktanya

Pemotongan di ruang terbuka tanpa sanitasi memadai meningkatkan risiko pencemaran mikroba.

Langkah Menjaga Higienitas Daging Kurban

Pisahkan area kotor dan bersih selama penyembelihan dan pengulitan. Sediakan lokasi khusus antara tempat pemotongan dengan pengemasan.

Jangan mencampur wadah daging merah dengan jeroan untuk mencegah kontaminasi silang. Gunakan kemasan bersih dan jangan campur tulang dalam satu kantong.

Baihaqi menegaskan jeroan memiliki kontaminasi lebih tinggi. Mencampurnya dengan daging akan mempercepat kerusakan kualitas.

>>> Raffi Ahmad Menangis Haru di Arafah, Momen Spiritual yang Viral

Kondisi Hewan Sebelum Disembelih

Hewan kurban harus mendapatkan waktu istirahat cukup serta asupan pakan dan minum yang memadai. Stres pada hewan terbukti menurunkan kualitas daging.

Penanganan hewan sejak transportasi hingga lokasi penyembelihan harus dilakukan secara manusiawi.

Distribusi Tanpa Pendingin

Distribusi daging kurban di Indonesia umumnya tidak menggunakan sistem pendingin. Panitia dituntut bekerja lebih cepat agar daging tidak terlalu lama di suhu ruang.

Bagi penerima, segera pisahkan daging dari jeroan setelah sampai di rumah. Bersihkan daging dengan benar sebelum disimpan di lemari es.

>>> 10 Jurusan Kuliah Paling Mudah Dapat Kerja di Tengah Kondisi Sulit

Baihaqi menambahkan menjaga kebersihan daging kurban adalah tanggung jawab moral. Ibadah kurban akan memberikan manfaat optimal jika daging tersalurkan dengan baik.