Anggota BTS secara terbuka mengkritik dugaan kenaikan harga akomodasi di Busan. Mereka mengeluarkan peringatan langsung kepada pemilik usaha yang menaikkan tarif kamar jelang konser grup tersebut bulan depan.

Dalam siaran langsung di platform penggemar Weverse pada Selasa, pemimpin BTS, RM, mengungkapkan frustrasinya atas kenaikan harga akomodasi di sekitar acara.

>>> Bioskop Araya XXI Malang Hadirkan Film Baru Sambut Libur Idul Adha

"Ada banyak berita mengenai akomodasi. Rasanya tidak enak," kata RM.

Meskipun mengakui bahwa tarif kamar secara alami berfluktuasi antara musim ramai dan sepi, ia mendesak pemilik usaha untuk menahan diri.

Dengan menggunakan dialek Busan, ia berkata, "Jangan berlebihan."

Anggota band, Suga dan Jimin yang berasal dari Busan, setuju dengan kekhawatirannya. Mereka mengatakan bahkan kerabat mereka sendiri kesulitan mencari kamar.

Mereka mempertanyakan apakah mematok harga beberapa kali lipat dari tarif biasa terlalu ekstrem.

>>> SEVENTEEN Donasi ke UNESCO untuk Pendidikan di Laos

Pernyataan tersebut menyusul reaksi keras daring terhadap dugaan kenaikan harga di Busan.

Penggemar mengkritik kasus di mana beberapa akomodasi menaikkan tarif hingga ratusan ribu atau bahkan jutaan won per malam selama pekan konser.

Konser BTS dan Pengawasan Pemerintah

BTS dijadwalkan menggelar konser pada 12 dan 13 Juni untuk tur dunia "ARIRANG".

Beberapa bisnis diduga membatalkan reservasi yang ada hanya untuk menjual kembali kamar yang sama dengan harga lebih tinggi.

Pengawas pemerintah juga memantau kenaikan tarif akomodasi di Busan.

>>> Araya XXI Malang Rilis Lima Film Baru Sambut Libur Idul Adha

Menurut survei Badan Konsumen Korea pada Februari, tarif kamar di Busan selama pekan konser meningkat hingga 7,5 kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya dan sesudahnya.