Seorang pensiunan peternak ayam bernama Mihail Mihailidis menemukan fosil langka saat membalikkan balok batu pasir di Kincumber, Australia.

Awalnya ia berniat membangun dinding, tetapi justru menemukan harta karun purba.

>>> Google Play Store Disusupi Malware Pembuat Baterai HP Cepat Habis

Kerangka makhluk tersebut terawetkan dengan sangat jelas, termasuk tulang belakang, anggota badan, dan tubuh yang pernah bergerak di air.

Keluarga Mihailidis kemudian menyumbangkan batu itu ke Australian Museum.

Penemuan yang Spektakuler

Para ilmuwan secara resmi mendeskripsikan makhluk itu pada 2023 dengan nama Arenaerpeton supinatus. Hewan ini merupakan kerabat amfibi modern yang telah punah dan tergabung dalam kelompok temnospondyl.

Menurut ahli paleontologi Lachlan Hart dari University of New South Wales (UNSW), Arenaerpeton mirip dengan Salamander Raksasa China modern, terutama bentuk kepalanya.

Namun, tubuhnya lebih gempal dan giginya lebih menyeramkan, termasuk sepasang taring di langit-langit mulut.

Fosil ini tergolong spektakuler karena terawetkan di dalam batu pasir.

Batuan jenis ini biasanya terbentuk di lingkungan kaya oksigen yang membuat tubuh hewan mudah hancur, sehingga kerangka utuh sangat jarang ditemukan.

Spesimen Arenaerpeton ditemukan dengan kerangka hampir utuh, masih tersambung penuh, dan mempertahankan jejak jaringan lunak. Temuan ini sangat langka, terutama untuk fosil dalam batuan pasir.

Ahli paleontologi Matthew McCurry dari UNSW dan Australian Museum menyebutnya sebagai salah satu fosil terpenting yang ditemukan di New South Wales dalam 30 tahun terakhir.

>>> Aplikasi Berbahaya Berhasil Menyusup ke Google Play Store

Para peneliti meyakini Arenaerpeton mati di lingkungan perairan tenang dengan dasar air dingin atau tanpa oksigen.

Kondisi itu tidak ramah bagi hewan pemakan bangkai, sehingga tubuhnya tergeletak tanpa gangguan selama proses fosilisasi.