Membawa muatan berlebih pada kendaraan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serius. Salah satu bahaya utama adalah rem blong, terutama saat melintasi jalan menurun.

Peningkatan beban kendaraan berbanding lurus dengan energi kinetik yang harus diubah menjadi panas saat pengereman.

>>> Toyota Luncurkan New Raize untuk Perkuat Pasar SUV Ringkas

Kondisi ini memicu lonjakan suhu komponen rem secara drastis, terutama pada rute jarak jauh atau turunan panjang.

Dampak Muatan Berlebih pada Sistem Rem

Pemilik Dokter Mobil, Lung Lung, menjelaskan bahwa beban berat membuat kemampuan cengkeram komponen pengereman menurun drastis akibat suhu terlalu tinggi.

Fenomena ini dikenal dengan istilah brake fading.

“Kalau kendaraan overload, kerja rem jadi jauh lebih berat. Energi kinetik yang harus diubah jadi panas itu makin besar.

Akibatnya rem cepat panas dan bisa mengalami brake fading,” kata Lung Lung.

Gejala awal penurunan daya cengkeram rem bisa dikenali melalui indikasi visual atau aroma dari ruang roda. Jika tanda-tanda ini muncul, pengemudi disarankan segera menepikan kendaraan di tempat aman.

“Biasanya ditandai muncul bau gosong dari rem. Kalau sudah begitu, sebaiknya kendaraan segera istirahat supaya suhu rem turun dulu,” ujar Lung Lung.

>>> BYD Resmi Luncurkan M6 DM di Indonesia, Siap Saingi Wuling Darion PHEV

Proses pendinginan komponen rem yang panas harus dilakukan secara alami.

Menyiram air pada piringan rem yang sedang bersuhu tinggi sangat dilarang karena perubahan suhu instan dapat merusak material logam.

“Kalau rem panas jangan langsung disiram air, karena material logamnya bisa kaget. Piringan rem bisa pecah atau bengkok,” kata Lung Lung.

Langkah antisipasi lain adalah melakukan modifikasi atau peningkatan spesifikasi sistem pengereman jika kendaraan rutin mengangkut beban berat.

Pengemudi juga diimbau mengoptimalkan engine brake untuk meminimalkan durasi penekanan pedal rem di jalur menurun.

Dengan memahami risiko dan menerapkan tips perawatan rem, pengemudi dapat mengurangi potensi kecelakaan akibat rem blong. Keselamatan berkendara harus selalu menjadi prioritas utama.

Langkah antisipasi lainnya yang dapat diterapkan adalah melakukan modifikasi atau peningkatan spesifikasi sistem pengereman jika kendaraan rutin mengangkut beban berat.

>>> RMA Indonesia Kaji Rencana Perakitan Lokal Mobil Ford

Pengemudi juga diimbau untuk mengoptimalkan engine brake guna meminimalkan durasi penekanan pedal rem di jalur menurun.