Melintasi jalan menurun yang panjang membutuhkan teknik berkendara yang tepat agar mobil tetap stabil dan sistem pengereman tidak mengalami panas berlebih.

Kesalahan dalam mengoperasikan rem saat di turunan curam dapat menurunkan efektivitas pengereman dan berisiko memicu kecelakaan fatal.

>>> Dishub DKI Jakarta Hentikan Sementara CFD di Rasuna Said

Pengemudi disarankan untuk mengoptimalkan pengereman mesin atau engine brake guna mengendalikan kecepatan kendaraan secara aman.

Pentingnya Engine Brake

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa kontrol rem yang baik sangat dibutuhkan saat melewati jalan menurun.

Menurut Sony, ada tiga jenis rem pada kendaraan: service brake (kaki), parking brake (rem tangan), dan engine brake (mesin).

Engine brake menjadi pilihan paling optimal karena tidak melibatkan gesekan antar-metal sehingga mencegah panas berlebih pada komponen rem.

Penerapan engine brake bisa dilakukan sebelum memasuki turunan atau saat mobil sudah berada di jalur menurun.

Pada mobil manual, cara kerjanya adalah dengan menginjak rem lembut, menahan RPM tidak lebih dari 1.500, memindahkan gigi ke rendah (1 atau 2), lalu melepas kopling.

Kecepatan kendaraan pun tertahan.

Sony menambahkan, pengemudi perlu menginjak pedal rem sesekali jika kecepatan mulai meningkat agar mobil tetap terkendali.

Untuk mobil matik, lakukan hal serupa dengan menurunkan gigi ke posisi S atau D1 (mewakili gigi 1) dan tekan pedal rem sesekali.

>>> Dedi Mulyadi Tunggangi Vespa GTV Libas Jalur Subang Lembang

Selain mengatur transmisi, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan sangat penting saat melintasi turunan panjang. Jarak yang cukup memberikan ruang antisipasi lebih luas.

"Jika turunannya panjang, pastikan jaga jarak dengan kendaraan di depan dan lihat spot-spot berbahaya atau tikungan atau blindspot yang ada di depan," kata Sony.