Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menyusun fondasi permainan tim menjelang Piala Asia 2027. Langkah ini diambil untuk mematangkan kesiapan skuad Garuda di turnamen tertinggi Asia.

Herdman menekankan pentingnya membentuk identitas tim yang mencerminkan karakter asli para pemain. Ia menilai aspek ini krusial untuk membangun kesolidan skuad.

>>> Marian Mihail Optimistis Bangun Fondasi Baru PSBS Biak Musim Depan

Keberagaman latar belakang sepak bola pemain Timnas Indonesia saat ini menjadi perhatian khusus. Herdman tidak ingin memaksakan satu identitas tunggal bagi seluruh anggota tim.

Perbedaan asal pertumbuhan pemain, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dipandang sebagai keuntungan. Herdman melihat pengalaman variatif itu sebagai modal berharga.

"Ya, saya pikir tim harus mencerminkan siapa mereka sebenarnya.

Jadi, sebagai pelatih, Anda punya visi tentang seperti apa tim yang Anda inginkan, tetapi saya harus menghormati bahwa kami punya pemain yang lahir, besar, dan berkembang di Indonesia," ujar John Herdman.

Modal Pemain dari Berbagai Kompetisi

Timnas Indonesia memiliki sejumlah pilar yang berkarier di kompetisi Eropa.

Beberapa di antaranya adalah Ole Romeny dan Elkan Baggott di Inggris, Jay Idzes dan Emil Audero di Italia, Calvin Verdonk di Prancis, Kevin Diks di Jerman, serta Justin Hubner dan Dean James di Belanda.

"Kami juga punya pemain yang lahir dan besar di Belanda dan tempat-tempat lain di dunia, serta mereka mengalami budaya sepak bola yang berbeda-beda, mulai dari Serie A hingga Bundesliga, sampai Arab Saudi dan Super League di sini, dan semua pengalaman itu penting," ucap Herdman.

Fokus utama Herdman kini meramu seluruh pengalaman internasional tersebut ke dalam satu identitas kolektif yang kokoh. Ia ingin setiap pemain menyumbangkan aspek positif terbaik dari perjalanan karier mereka.