Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap masa depan klubnya.

Meski tim berjuluk Badai Pasifik tersebut sudah dipastikan terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2025/2026.

>>> Persijap Jepara vs Borneo FC: Duel Sengit di BRI Super League

Kepastian turun kasta ini terjadi setelah PSBS Biak menelan kekalahan 2-5 dari Arema FC.

Pertandingan kandang pamungkas pekan ke-33 berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat malam, 15 Mei 2026.

Hasil buruk sepanjang musim menempatkan klub asal Papua ini di papan bawah klasemen. Catatan mereka: empat kemenangan, enam hasil imbang, dan 23 kekalahan dari 33 laga.

Tim kebobolan sebanyak 88 kali dan hanya mencetak 31 gol akibat kendala finansial serta hengkangnya sejumlah pemain.

Fokus pada Proyek Jangka Panjang

Arsitek strategi asal Rumania tersebut kini mengalihkan fokus untuk mempersiapkan tim menghadapi musim depan.

Ia menjalankan proyek jangka panjang, termasuk dengan mengorbitkan para pemain muda dari akademi klub ke dalam skuad utama.

"Untuk saat ini semuanya berjalan baik. Proyek kami adalah proyek yang serius.

Kami telah melakukan upaya, kami mendatangkan 15 pemain dari akademi untuk dua pertandingan terakhir ini," ujar Marian Mihail.

Langkah mempromosikan belasan pemain muda ini sengaja diambil oleh tim pelatih. Tujuannya untuk mengukur kesiapan dan kualitas performa para pilar lokal mengarungi kompetisi tahun depan.

"Kami ingin melihat kemampuan para pemain untuk tahun depan.

>>> PSIM Yogyakarta vs Madura United: Laga Krusial di BRI Super League

Dari sudut pandang ini, saya optimistis karena kami memiliki fondasi inti yang memungkinkan kami membangun tim dengan semangat yang baik dan di atas dasar yang sangat sehat," lanjutnya.