Tiga pemain asing PSBS Biak mengirimkan sinyal protes keras kepada manajemen klub. Mereka melakukan selebrasi dengan gerakan simbol uang saat pertandingan melawan Arema FC.

Aksi tersebut terjadi di tengah laga yang berlangsung sengit. Selebrasi itu langsung menjadi sorotan karena dianggap sebagai sindiran terbuka.

>>> John Herdman Pasang Target Tinggi: Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Bentuk Protes atas Tunggakan Gaji

Gerakan simbol uang yang diperagakan ketiga pemain asing itu bukan tanpa alasan. Mereka diketahui belum menerima gaji selama empat bulan terakhir.

Kondisi keuangan klub yang tidak kunjung membaik membuat para pemain frustrasi. Selebrasi itu menjadi cara mereka untuk menyuarakan keluhan di atas lapangan.

Tindakan ini merupakan bentuk protes yang jarang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia. Biasanya, pemain menyampaikan keluhan melalui jalur internal atau serikat pemain.

Dampak pada Performa Tim

Tunggakan gaji yang berkepanjangan jelas mempengaruhi mental dan fokus pemain. Meski demikian, mereka tetap menunjukkan profesionalisme dengan tetap bertanding.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 18 – 24 Mei 2026

Namun, aksi protes semacam ini bisa menjadi bumerang bagi tim. Manajemen klub harus segera mencari solusi agar situasi tidak semakin runyam.

Dukungan suporter pun mulai terbelah. Sebagian mendukung aksi pemain, sebagian lainnya khawatir hal ini mengganggu konsentrasi tim di sisa musim.

PSBS Biak sendiri masih berjuang untuk memperbaiki posisi di klasemen. Masalah internal seperti ini tentu menjadi hambatan tambahan.

Belum ada pernyataan resmi dari manajemen PSBS Biak terkait tunggakan gaji tersebut. Namun, publik menanti langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini.

>>> Jadwal Program Trans TV Senin, 18 Mei 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar Ada Film Bioskop serta Link Nonton

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa masalah finansial masih menjadi momok bagi klub-klub di Indonesia. Transparansi dan manajemen keuangan yang baik sangat diperlukan agar hal serupa tidak terulang.