Sebuah permukiman kuno ditemukan di kawasan tinggi Pegunungan Pyrenees, Spanyol. Gua prasejarah bernama Cova 338 ini berada pada ketinggian 2.235 meter di atas permukaan laut.

Situs ini menjadi tempat tinggal prasejarah tertinggi di kawasannya yang pernah ditemukan. Penemuan ini mematahkan anggapan lama para arkeolog mengenai batas wilayah hunian kuno.

>>> Dinas Pendidikan Jateng Rilis Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026

Para peneliti sebelumnya mengira wilayah di atas 2.000 meter hanya menjadi tempat singgah sementara.

Namun, bukti baru menunjukkan kelompok masyarakat kuno menetap di sana untuk waktu lama antara milenium ke-5 dan ke-1 SM.

Proses hunian di dalam gua tidak berlangsung terus-menerus. Data penanggalan arkeologis menunjukkan adanya fase ditinggalkan sebelum akhirnya dihuni kembali secara terencana.

Eksplorasi dan penggalian berlangsung sepanjang 2021 hingga 2023.

Tim ahli dari Universitat Autònoma de Barcelona (UAB) dan Institut Català de Paleoecologia Humana i Evolució Social (IPHES-CERCA) terlibat dalam penelitian ini.

Para arkeolog menemukan beragam artefak penting di situs tersebut.

Temuan meliputi sisa-sisa pembakaran api, tulang hewan, pecahan keramik, serta dua liontin dari cangkang laut dan gigi beruang cokelat.

>>> AS Buka Peluang Kabulkan 18 Pengecualian Tarif Impor Indonesia

Selain itu, tim peneliti mendapati kumpulan mineral hijau yang diduga kuat sebagai malasit. Keberadaan mineral tembaga karbonat ini menjadi bukti awal aktivitas ekstraksi tembaga di Eropa Barat.

Studi mengindikasikan bebatuan mineral sengaja dibawa ke gua untuk dihancurkan dan diolah. Hal ini menandakan adanya sistem eksploitasi yang terorganisasi di kawasan pegunungan tinggi.

Melihat keteraturan aktivitas, para ilmuwan meyakini masyarakat prasejarah mendatangi gua pada periode tertentu untuk menyelesaikan tugas spesifik.

"Pegunungan ini bukanlah sebuah rintangan, melainkan tempat yang aktif dalam struktur organisasi ekonomi dan wilayah komunitas prasejarah," kata Dr. Eudald Carbonell, rekan penulis studi, dikutip dari BBC.

Penulis utama studi, Carlos Tornero, profesor di Departemen Prasejarah UAB, menambahkan bahwa ruang-ruang ini sebelumnya diasumsikan sebagai area pinggiran.

"Apa yang kami dokumentasikan adalah pola hunian berulang dengan aktivitas kompleks dan bukti eksploitasi sumber daya mineral," ujarnya.

>>> Waspada Baterai KW saat Membeli Mobil Hybrid Bekas

Studi ini dipublikasikan di jurnal Frontiers in Environmental Archaeology.