Baterai menjadi komponen paling krusial yang harus diperiksa saat membeli mobil hybrid bekas. Pasalnya, baterai menyokong performa kendaraan dan biaya penggantiannya sangat mahal.

Beberapa pemilik mobil hybrid kerap mengganti modul baterai yang rusak secara parsial dengan produk non-original atau KW.

>>> AS dan Iran Masih Buntu Jelang 100 Hari Konflik

Praktik ini sering ditemukan di lapangan, di mana modul KW dipasang berdampingan dengan modul asli pabrik.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengatakan spesifikasi komponen original dan KW bisa terlihat identik dari luar.

Contohnya pada Toyota Camry Hybrid, modul baterai memiliki tegangan 7,2 volt dan kapasitas 6,5 Ah.

"Kalau untuk speknya sih sama, 7,2 volt, 6,5 Ah. Biasanya ada beberapa bengkel yang main aman, yang penting mobilnya nyala saja," kata Yogig.

Meski baterai tiruan bisa dipasang karena dimensi dan spesifikasi dasar yang sama, daya tahannya tidak akan menyamai produk asli.

Berdasarkan pengalaman, modul KW justru mengalami penurunan performa lebih cepat.

Yogig menceritakan pengalamannya menangani mobil hybrid yang sebelumnya menggunakan komponen KW. Saat dicek, modul tiruan sudah drop parah.

"Waktu kita cek di sini, ternyata baterai yang KW ini sudah drop parah. Kata pemilik sebelumnya cuma tahan sekitar tiga bulan, setelah itu rusak lagi," ujar Yogig.

Kerusakan hanya terjadi pada modul tiruan, sementara modul original lain tetap berfungsi baik. Domo Hybrid EV hanya bersedia mengganti dengan suku cadang asli.

>>> Saham BBCA dan BBRI Jadi Penekan Utama IHSG Selama Sepekan

"Kita cuma berani ganti baterai yang original saja. Kalau diswitch dengan baterai lain yang voltasenya sama atau bentuknya sama, kita tidak berani.