Di pedalaman timur Kalimantan, terbentang kawasan karst seluas lebih dari 1,8 juta hektare, terluas se-Kalimantan. Bentang Sangkulirang-Mangkalihat ini membentang dari Kabupaten Kutai Timur hingga Berau.

Di balik tebing batu raksasa dan lorong goa, tersimpan jejak sejarah kehidupan berusia puluhan ribu tahun.

in1

>>> ADB Fokus pada Pengembangan SDM dalam Kemitraan dengan Indonesia

Kawasan ini juga memiliki kekayaan geologi yang unik dan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat.

Kini, kawasan itu melangkah menuju status taman bumi atau Geopark Nasional. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melengkapi syarat untuk meraih pengakuan dunia dari UNESCO.

Pemerintah menyadari tidak bisa mengelola kawasan seluas itu sendiri. Sinergi dibangun dengan akademisi Universitas Mulawarman, pelaku usaha, komunitas konservasi seperti YKAN, hingga Pusat Kajian IKN.

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Pemprov Kaltim, Siti Fahri Syahliana, mengatakan dukungan berbagai pihak menjadi fondasi utama mewujudkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Geopark bukan sekadar kawasan wisata. Ia adalah konsep pembangunan berkelanjutan yang memadukan pelestarian alam, pendidikan, dan penggerak ekonomi rakyat.

Menelusuri Goa Beloyot

Salah satu situs paling istimewa adalah Goa Beloyot. Perjalanan menuju goa ini bukan perjalanan biasa.

Dari Kampung Merabu, pengunjung harus berjalan kaki sekitar dua jam menyusuri jalan setapak. Jalurnya masih alami, sering becek, melintasi sungai kecil, dan menembus hutan hujan tropis.

Rahman (48), pemandu lokal, menyarankan pengunjung memakai sepatu takul yang kuat dan membawa jas hujan.

>>> ARTJOG 2026 Resmi Dibuka, Tandai Awal Trilogi ARS LONGA

Ia juga mengingatkan untuk tidak memakai celana jeans karena langkah akan berat dan paha bisa lecet.

Setibanya di mulut goa, perjalanan belum berakhir. Di dalamnya ada ruang sempit setinggi sekitar satu meter, sehingga helm wajib dikenakan.