Yamaha mengakui penjualan sepeda motor di Indonesia mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi yang kurang baik. Manajemen perusahaan terus memantau perkembangan yang memengaruhi daya beli masyarakat.

Manager Public Relations, YRA & Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifkie Maulana mengatakan sejumlah faktor menjadi pemicu, seperti gejolak nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).

in1

>>> TransJakarta Hapus Rute 1N dan 10D per 1 Juli, Ini Jalur Penggantinya

"Ya pasti kami dari produsen dan APM berharap ekonomi dan situasi Indonesia tetap kondusif dan semoga saja ke depan mampu mencapai target yang kami canangkan dari awal," kata Rifkie di Jakarta, Minggu (21/6).

Penjualan Kumulatif Masih Positif

Meski kondisi menekan, pabrikan roda dua tetap optimistis karena penjualan selama 2026 masih menunjukkan tren positif secara kumulatif.

Penjualan tiap bulan memang naik turun, tetapi total penjualan Januari-Mei 2026 lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.

>>> Meski Kalah dari Swiss, Suporter Kanada Tetap Bersorak Gembira

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat angka wholesales roda dua dari lima anggota AISI (Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki, dan TVS) pada Januari hingga Mei 2026 mencapai 2.614.451 unit.

Angka ini lebih baik dari capaian lima bulan pertama 2025 yang sebesar 2.595.303 unit.

>>> Tim SAR Bongkar Puing Gempa Venezuela Pakai Tangan Selamatkan Korban

Rifkie menyampaikan terima kasih kepada konsumen yang masih mempercayakan kebutuhan mobilitasnya kepada sepeda motor. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan terjadi pergeseran dari kendaraan roda empat ke roda dua.