Riset terbaru mengungkap bahwa Milenial dan Gen Z mengalami penuaan biologis yang jauh lebih cepat dibandingkan generasi orang tua mereka pada usia yang sama.

Kondisi 'tua sebelum waktunya' ini terdeteksi melalui pemeriksaan biomarker darah, dan diduga menjadi penyebab lonjakan kasus kanker paru-paru, rahim, dan saluran pencernaan di kalangan anak muda.

in1

>>> G-Shock Rilis Jam Tangan Pokémon Edisi 30 Tahun, Penuh Kejutan Nostalgia

Mengukur Usia Sel Lewat Darah

Ilmuwan menganalisis data penanda darah dari lebih 150 ribu orang dewasa menggunakan metrik 'PhenoAge'.

Mereka mengukur kebugaran organ dan sel tubuh lewat sembilan biomarker spesifik, termasuk CRP (penanda peradangan), glukosa dan kreatinin (indikator metabolisme dan fungsi ginjal), serta sel darah putih (indikator sistem imun).

Hasilnya mengejutkan: kelompok yang lahir pada 1990-an atau Gen Z awal memiliki selisih usia biologis 92 persen lebih tinggi dibanding generasi yang lahir di akhir 1960-an pada usia kronologis yang sama.

Sel Menua, Risiko Kanker Paru Naik 57 Persen

Secara medis, kanker muncul saat kerusakan genetik menumpuk di dalam sel dan memicu pembelahan liar.

>>> Pre-order GTA 6 Resmi Dibuka, Harga dan Edisi Dikonfirmasi

Karena tubuh generasi muda menua lebih cepat, akumulasi kerusakan DNA akibat lingkungan modern terjadi dalam waktu singkat.

Data riset membuktikan setiap peningkatan skor penuaan biologis, risiko terkena kanker sebelum usia 55 tahun melonjak signifikan.

Hubungan paling mengerikan ditemukan pada kanker paru-paru, di mana risikonya meroket hingga 57 persen pada anak muda.

Ilmuwan menemukan dua jenis penuaan biologis yang paling berpengaruh: penuaan sistem imun berkaitan erat dengan risiko kanker paru-paru dini, dan penuaan jaringan lemak berkorelasi kuat dengan risiko kanker kolorektal.

>>> Honda Akhiri Produksi Vario 160 Lama, Era Evo 160 Dimulai

"Studi ini menunjukkan bahwa kanker mungkin dipengaruhi tidak hanya oleh perubahan di dalam sel individu, tetapi juga oleh perubahan lingkungan modern yang lebih luas di seluruh tubuh," pungkas David Scott, Direktur Cancer Grand Challenges.