Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat kejutan di Kongres dengan terlibat cekcok dengan partainya sendiri, Partai Republik, dalam pertemuan tertutup di Capitol pada Rabu (24/6) waktu setempat.

Trump membatalkan upacara penandatanganan RUU perumahan yang dijadwalkan besar-besaran hanya dua jam sebelumnya.

in1

>>> Kaesang Dampingi Jokowi Blusukan ke Lampung Selama Tiga Hari

Ia menuntut agar Kongres terlebih dahulu meloloskan SAVE America Act, paket pembatasan pemilu yang ia perjuangkan.

RUU perumahan bipartisan itu sebenarnya merupakan kesempatan bagi Partai Republik untuk menunjukkan kinerja dalam mengatasi isu ekonomi yang menjadi perhatian pemilih menjelang pemilu sela November.

Ketegangan dengan Senator Partai Republik

Saat jamuan makan siang bersama para senator Partai Republik, Trump menantang mereka yang sebelumnya mendukung resolusi Kongres yang mengecamnya terkait perang Iran.

Senator Bill Cassidy dari Louisiana mengaku berdiri dan mempertanyakan kepada Trump mengapa perang yang awalnya dikatakan hanya empat minggu kini sudah berjalan empat bulan tanpa tujuan jelas.

Cassidy sendiri telah kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik di Louisiana pada Mei dari kandidat yang didukung Trump, sehingga ia tidak bisa mencalonkan diri kembali.

Usai pertemuan, Trump masih tampak kesal dan mengatakan kepada wartawan, "Saya tidak menyukai beberapa orang, tetapi tidak apa-apa.

Saya rasa kalian tahu siapa yang saya maksud."

RUU Perumahan dan SAVE America Act

Trump mengumumkan pembatalan acara penandatanganan RUU perumahan melalui platform Truth Social. Ia menyebut SAVE America Act sebagai keadaan darurat nasional yang harus diprioritaskan.

>>> Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Berproses, Dilakukan Lemigas

RUU tersebut mewajibkan warga menunjukkan bukti kewarganegaraan saat mendaftar pemilih dan identitas berfoto saat memberikan suara. Partai Demokrat mengecamnya sebagai serangan terhadap hak pilih.