Xi Jinping Disebut Mulai Depak Loyalisnya Jelang Kongres ke-21 CCP
Presiden China Xi Jinping dilaporkan mulai menyingkirkan sejumlah loyalisnya menjelang Kongres Partai Komunis China (CCP) ke-21. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan.
Menurut Dennis Wilder, profesor di Georgetown University dan Texas A&M University, pembersihan yang paling signifikan justru terjadi di luar sorotan publik.
>>> Norwegia Vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Haaland Siap Tempur
Wilder adalah mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat.
Wilder berpendapat bahwa Xi kini secara sistematis membongkar jaringan politik Wang Qishan. Wang adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern CCP dan mantan sekutu dekat Xi.
Tokoh Berpengaruh di Balik Reformasi Ekonomi
Wang Qishan dikenal sebagai arsitek reformasi ekonomi China.
Ia berperan dalam pembentukan pasar modal modern, pengembangan China Construction Bank, dan pendirian China International Capital Corporation bersama Morgan Stanley.
Wang juga membantu China menghadapi Krisis Keuangan Asia 1998 dan Krisis Keuangan Global 2008. Saat itu, ia memiliki hubungan erat dengan pejabat keuangan Barat.
Wilder mengisahkan pengalamannya saat bertugas di Dewan Keamanan Nasional AS pada 2008.
Menurutnya, kerja sama antara Menteri Keuangan AS Hank Paulson dan Wang membantu meredam gejolak setelah runtuhnya Lehman Brothers.
Setelah Xi berkuasa, Wang dipercaya memimpin kampanye antikorupsi nasional. Kampanye itu menjadi instrumen utama konsolidasi kekuasaan Xi.
Loyalis yang Kini Disingkirkan
Wilder mulai melihat tanda-tanda melemahnya posisi Wang pada 2018. Saat itu, ia bertemu langsung dengan Wang di kompleks Zhongnanhai sebagai bagian dari delegasi Brookings Institution.
Alih-alih tampil percaya diri, Wang beberapa kali menegaskan bahwa seluruh keputusan berada di tangan Xi. Bagi Wilder, perubahan itu menjadi indikasi awal bahwa posisi politik Wang mulai tergerus.
Update Terbaru
Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Tegaskan Soekarno Lahir di Surabaya
Sabtu / 27-06-2026, 06:59 WIB
Tradisional Massage Jadi Tren Gaya Hidup Modern di Surabaya, Kayuputih Family Reflexology Hadirkan Fasilitas Ini
Sabtu / 27-06-2026, 06:58 WIB
Mercedes Minta Karyawan di Jerman Kerja Lembur Tanpa Bayaran
Sabtu / 27-06-2026, 06:58 WIB
Nebraska Bangun Pipa Air Limbah Rp160 Miliar untuk Dinginkan Pusat Data AI
Sabtu / 27-06-2026, 06:58 WIB
Juara NBA New York Knicks Akan Tampil di Acara 'Wild N' Out' Nick Cannon
Sabtu / 27-06-2026, 06:49 WIB
7 Cara Mengatasi Rasa Bosan dalam Hubungan, Jangan Selingkuh!
Sabtu / 27-06-2026, 06:49 WIB
Dembele Cetak Hattrick Tercepat di Piala Dunia sejak 1954
Sabtu / 27-06-2026, 06:49 WIB
Bintang 'Mormon Wives' Whitney Leavitt Resmi Miliki Rumah Impian
Sabtu / 27-06-2026, 06:46 WIB
Prabowo: Posisi Strategis Kabinet Banyak Diisi Profesor
Sabtu / 27-06-2026, 06:46 WIB
KPop Demon Hunters Kuasai Top 10 Netflix di 93 Negara
Sabtu / 27-06-2026, 06:46 WIB
Perampok Bersenjata Gasak Jutaan Dolar di Cannes, CEO Cymbiotika Jadi Korban
Sabtu / 27-06-2026, 06:42 WIB
Perang AS-Iran Berakhir, Israel dan Netanyahu Jadi Pihak yang 'Hancur Lebur'
Sabtu / 27-06-2026, 06:42 WIB
Bek Persib Ukir Sejarah: Pemain Klub Indonesia Pertama di Piala Dunia
Sabtu / 27-06-2026, 06:42 WIB
Cara Cek Penyaluran Bansos PKH, BPNT, dan Sembako Juni 2026
Sabtu / 27-06-2026, 06:37 WIB






