Dalam beberapa tahun terakhir, sedikitnya empat mantan sekretaris pribadi Wang telah dijatuhi hukuman atau sedang menjalani penyelidikan.

Pejabat senior di China Construction Bank dan China International Capital Corporation juga menjadi sasaran investigasi.

in1

Menurut Wilder, pola tersebut menunjukkan bahwa Xi tidak hanya menargetkan individu, tetapi juga berupaya membongkar seluruh jaringan pengaruh Wang.

>>> 9 Tim Negara Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Antikorupsi atau Politik?

Pemerintah China menegaskan bahwa seluruh penyelidikan merupakan bagian dari kampanye pemberantasan korupsi. Xi Jinping sendiri menegaskan bahwa tidak boleh ada tempat berlindung bagi pejabat korup.

Namun Wilder mempertanyakan penjelasan tersebut.

Ia mencatat bahwa sejumlah dakwaan terhadap pejabat tinggi tidak hanya menyangkut korupsi, tetapi juga menyinggung tuduhan sebagai "pria berwajah dua" atau menunjukkan "loyalitas palsu."

Wilder menilai kampanye tersebut tidak bisa dipisahkan dari dinamika politik internal CCP.

Menurutnya, secara historis para pemimpin senior yang telah pensiun tetap memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kepemimpinan partai.

"Keputusan Xi untuk menargetkan salah satu pemimpin Partai Komunis China yang paling dapat diandalkan mungkin dimaksudkan untuk memastikan bahwa Wang dan para sesepuh lainnya tidak menghalangi ambisi Xi untuk masa jabatan keempat," tutur Wilder.

Ia menambahkan bahwa Wang tidak pernah menunjukkan perlawanan terhadap Xi. Sebaliknya, Wang dikenal sebagai salah satu loyalis yang membantu memperkuat posisi Xi selama satu dekade terakhir.

Namun menurut Wilder, hal itu tidak cukup.

"Xi sangat paranoid dan reputasi Wang, pengaruh politik yang diasumsikan, serta jaringan luasnya di dalam PKT kemungkinan besar terlalu mengintimidasi bagi Xi untuk ditoleransi," ucapnya.

Menjelang Kongres Partai

Bagi Wilder, apa yang terjadi pada Wang Qishan merupakan bagian dari pola yang lebih luas.

Selain membersihkan jaringan Wang, Xi juga telah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap elite militer dalam beberapa tahun terakhir.

Analisis Wilder tentu merupakan interpretasi atas dinamika politik elite China. Pemerintah Beijing tetap menyatakan berbagai penyelidikan dilakukan semata-mata untuk memberantas korupsi dan menegakkan disiplin partai.

Meski demikian, Wilder memperkirakan konsolidasi kekuasaan Xi akan terus berlanjut menjelang Kongres Partai ke-21.

>>> Lineup Panggung Jakarta Fair 27-28 Juni: S.I.D hingga Slank

"Saat Xi berupaya terus mendominasi politik China setelah Kongres Partai ke-21 tahun depan, hal yang sama kemungkinan akan terjadi di saat ia melihat ancaman terhadap kekuasaannya," pungkas Wilder.