Presiden China Xi Jinping berkomitmen memperluas kerja sama perdagangan, pertanian, dan teknologi dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan bilateral di Pyongyang pada Senin (8/6/2026).

Pertemuan tingkat tinggi ini menarik perhatian karena Xi sama sekali tidak menyinggung program senjata nuklir Korea Utara.

>>> Apple Resmi Luncurkan iOS 27 di WWDC 2026, Dukung iPhone 11 ke Atas

Laporan kantor berita resmi China, Xinhua, menyebutkan bahwa Beijing menjanjikan dukungan penuh yang tak tergoyahkan untuk Korut dalam berbagai bidang praktis, termasuk konstruksi dan kesehatan.

Penguatan hubungan diplomasi, penegakan hukum, militer, serta promosi sektor pariwisata juga menjadi poin krusial yang diserukan oleh pihak China.

Pihak Korea Utara memberikan respons positif terhadap komitmen tersebut dan menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara merupakan prioritas strategis.

"Bagaimanapun situasi dapat berubah, partai dan pemerintah kami akan sepenuhnya mendukung kebijakan serta sikap Partai dan pemerintah China untuk membela kepentingan inti berdasarkan prinsip 'Satu China'," demikian petikan laporan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

Kunjungan kenegaraan selama dua hari ini menjadi momen perdana Xi ke Pyongyang dalam tujuh tahun terakhir, yang disambut langsung oleh Kim Jong Un beserta istri dengan upacara militer megah.

Langkah diplomasi ini dinilai para pengamat sebagai upaya Beijing menegaskan pengaruhnya, di tengah semakin mesranya hubungan militer antara Korea Utara dan Rusia akhir-akhir ini.

Sebelum pertemuan berlangsung, pihak Korut telah menegaskan posisi diplomatik mereka terkait kepemilikan senjata atom yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak luar.

"Sama sekali tidak bisa dinegosiasikan," tegas Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un.