Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mendorong penguatan kerja sama maritim antara ASEAN dan India.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan ASEAN-India Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina, Rabu (22/7).

>>> Densus 88 Tangkap Penyebar Propaganda Teror di Bandar Lampung

Menurut Sugiono, ASEAN-India Year of Maritime Cooperation hadir di saat yang tepat di tengah perkembangan geopolitik global.

Ia menekankan pentingnya menerjemahkan komitmen ketahanan maritim ke dalam kerja sama praktis.

Kerja sama tersebut mencakup bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, keselamatan maritim, pelatihan coast guard, dan pengembangan pelabuhan. Sugiono juga menyoroti perlunya konektivitas yang lebih kuat di Samudra Hindia.

Ia menyebut Sabang yang berjarak kurang dari 200 km dari Kepulauan Andaman India membuka peluang baru untuk wisata kapal pesiar dan konektivitas antar masyarakat.

>>> Posisi Kursi Pesawat Terbaik untuk Penumpang yang Cemas Saat Terbang

"Ketika kita mengamankan perairan dan menghubungkan garis pantai, kita membuka peluang pertumbuhan," ujarnya.

Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan

Sugiono menekankan pentingnya memperkuat cadangan pangan dan energi untuk menghadapi guncangan iklim dan geopolitik. Ia mengusulkan platform bersama ASEAN-India untuk memantau cadangan pangan dan energi secara real-time.

Di bidang kesehatan, kolaborasi akan mencakup farmasi, vaksin, diagnostik, pelatihan medis, dan kesiapsiagaan pandemi. Sugiono juga mendukung percepatan penyelesaian Tinjauan AITIGA (ASEAN-India Trade in Goods Agreement).

>>> Skill dan Build Terbaik Daji di Honor of Kings

"Mari bekerja sama untuk memastikan ASEAN-India Plan of Action 2026-2030 mewujudkan masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera bagi rakyat kita," pungkas Sugiono.