Bagi sebagian orang, naik pesawat adalah pengalaman yang menegangkan.

Lebih dari 25 juta orang dewasa di Amerika Serikat diketahui mengidap aerophobia, yaitu ketakutan berlebih terhadap penerbangan yang bisa memicu serangan panik, pusing, mual, hingga jantung berdebar.

>>> Skill dan Build Terbaik Daji di Honor of Kings

Meski penyebab kecemasan sering tidak jelas, dampaknya nyata.

Banyak yang memilih menghindari perjalanan udara, sementara yang nekat terbang kerap panik saat lepas landas, mendarat, atau mengalami turbulensi.

Pemilihan posisi kursi ternyata bisa membantu meredakan rasa takut.

Para pakar penerbangan dan pilot senior sepakat bahwa area tengah pesawat adalah lokasi terbaik untuk meminimalkan goncangan turbulensi.

Mengapa Bagian Tengah Paling Stabil?

Mantan pilot Randy Klatt menjelaskan dengan analogi perahu.

>>> Apa itu XBato dan Bbato? Situs Alternatif Batoto yang Perlu Diketahui

Saat diterjang turbulensi, bagian depan dan belakang pesawat bergerak naik-turun dan miring, sedangkan bagian tengah—tepat di titik pusat gravitasi—mengalami gerakan paling minimal.

Pakar keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse menambahkan bahwa goncangan terasa lebih kuat di barisan belakang karena posisi tersebut ikut tertarik gerakan pesawat.

Duduk di bagian tengah, sekitar area sayap, memberikan stabilitas lebih tinggi.

Selain memilih kursi yang tepat, pilot juga berupaya menjaga kenyamanan. Mereka bisa mengubah ketinggian jelajah untuk mencari lapisan udara yang lebih tenang.

Dari sisi psikologi, memahami sains di balik rekayasa pesawat dan mengetahui posisi duduk paling stabil dapat membantu melawan rasa takut.

>>> Microsoft Hentikan Dua Fitur Copilot Bulan Depan, Deep Research dan Copilot Podcast

Psikiater Sam Zand menyarankan untuk memilih kursi di bagian tengah dan, jika memungkinkan, ditemani teman atau kerabat di samping.