Washington merilis teks kerangka kerja trilateral antara Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat pada Jumat (26/3) yang bertujuan mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Rancangan kesepakatan berisi 14 poin yang ditandatangani di ibu kota AS itu memuat sejumlah butir penting, mulai dari perlucutan senjata hingga zona percontohan.

in1

>>> Bielsa Mengamuk usai Uruguay Gagal ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Poin-Poin Utama Kesepakatan

Poin pertama menyatakan Israel dan Lebanon, dengan dukungan AS, memiliki tujuan bersama untuk mencapai perdamaian dan keamanan yang langgeng.

Kedua negara menyatakan niat untuk mengakhiri konflik secara tuntas, mengatasi akar penyebabnya, dan secara resmi mengakhiri segala kondisi perang di antara mereka.

Rancangan ini juga bertekad membuat kemajuan yang tidak dapat dibalikkan dalam menyelesaikan seluruh permasalahan melalui perundingan bilateral langsung dengan mediasi AS.

Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) akan memulihkan kedaulatan efektif atas seluruh wilayah Lebanon dengan syarat perlucutan senjata terverifikasi terhadap kelompok bersenjata non-negara dan pembongkaran infrastruktur terkait.

Kondisi itu memungkinkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan penarikan bertahap dari wilayah Lebanon.

LAF akan secara bertahap mengambil alih tanggung jawab keamanan penuh di zona-zona percontohan yang berfungsi sebagai mekanisme penarikan IDF secara bertahap dan terverifikasi.

Dua zona awal telah disepakati kedua pihak, sementara zona berikutnya ditentukan berdasarkan persetujuan bersama.

>>> Pesawat China-Rusia Masuk KADIZ Korsel, Seoul Kirim Jet Tempur

Setelah perlucutan senjata kelompok non-negara dikonfirmasi, LAF akan mengambil alih seluruh tanggung jawab keamanan di zona-zona tersebut.

Upaya rekonstruksi yang didukung secara internasional akan dimulai, dan warga sipil Lebanon dapat kembali dengan aman ke daerah-daerah di bawah kendali eksklusif otoritas negara Lebanon.