Pelatih Timnas Cape Verde, Bubista, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah timnya memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Ia memasuki ruang konferensi pers dengan bendera negaranya tersampir di pundak, raut wajahnya memancarkan kebanggaan luar biasa.

in1

>>> Menkeu Purbaya Duga Kongkalikong Pencairan Restitusi Pajak Rp160 Triliun

Kepastian lolos didapat setelah Cape Verde bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada laga pamungkas fase grup. Hasil itu membuat mereka mengemas tiga poin dari tiga hasil imbang.

Momen lolos sempat diwarnai ketegangan.

Usai peluit panjang, para pemain bertahan di tengah lapangan sambil menggenggam ponsel, menyaksikan menit-menit akhir laga Grup H antara Spanyol dan Uruguay.

Begitu Spanyol mengunci kemenangan 1-0, ketegangan itu pecah menjadi perayaan historis.

Bagi Bubista, pencapaian ini bukan kebetulan atau dongeng pengantar tidur, melainkan buah kerja keras, disiplin, dan mentalitas baja.

"Saya sangat bangga dengan apa yang telah mereka capai. Menyelesaikan fase pertama tanpa menelan satu kekalahan pun adalah hal yang luar biasa.

Ini semua berkat organisasi permainan yang rapi dan semangat tim," ujar pelatih berusia 56 tahun tersebut.

Cape Verde menjadi negara terkecil, baik dari segi wilayah maupun populasi, yang pernah melangkah ke babak sistem gugur sepanjang sejarah Piala Dunia.

Finis sebagai runner-up Grup H, tim berjulukan Tubaroes Azuis (Hiu Biru) kini bersiap menantang sang juara bertahan, Argentina, di babak 32 besar.

>>> Update Gempa Venezuela: 920 Tewas, 50 Ribu Orang Hilang

"Ini sedikit mengejutkan, meskipun kami selalu menanamkan pikiran bahwa kami bisa mencapai tahap ini setelah melihat hasil dua pertandingan pertama," kata Bubista.