Korea Selatan mengerahkan jet tempur setelah hampir 10 pesawat militer China dan Rusia terdeteksi melintas di Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ) pada Sabtu (27/6).

Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel menyatakan pesawat-pesawat itu mondar-mandir di KADIZ di atas perairan timur dan selatan negara tersebut pada pagi hari sebelum akhirnya pergi.

in1

>>> Pelatih Senegal Gelisah Usai Pesta Gol Lawan Irak, Ada Apa?

Pesawat yang terdeteksi terdiri dari pesawat pembom dan jet tempur. JCS menegaskan bahwa pesawat-pesawat itu tidak melanggar wilayah udara Korsel.

Seorang pejabat JCS menduga penerbangan tersebut mungkin bagian dari latihan bersama China-Rusia.

Zona identifikasi pertahanan udara bukanlah wilayah udara teritorial, melainkan area di mana pesawat asing diminta mengidentifikasi diri untuk mencegah bentrokan yang tidak disengaja.

>>> PNM Salurkan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Keluarga Prasejahtera

Insiden serupa bukan pertama kali terjadi.

Pada Desember tahun lalu, Seoul mencatat sembilan pesawat militer dari kedua negara melakukan tindakan serupa, dan Korsel mengajukan protes.

>>> Kronologi Kasus Kekerasan Bintang Alice in Borderland Nijiro Murakami

Sejak 2019, Rusia dan China secara rutin mengirimkan pesawat militer ke KADIZ satu atau dua kali setahun selama latihan bersama tanpa pemberitahuan sebelumnya.