Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menyampaikan permintaan maaf setelah pesan peringatan rudal yang keliru dikirim ke ponsel warga pada Jumat (27/6).

Insiden itu memicu kepanikan di kalangan masyarakat.

in1

>>> Daftar 12 Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Pesan resmi tersebut berisi peringatan tentang potensi ancaman rudal dan disertai suara sirene nyaring. Ini merupakan peringatan pertama yang diterbitkan dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Peringatan semacam itu sempat menjadi hal umum selama perang di Timur Tengah, ketika Iran meluncurkan lebih dari 2.800 drone dan rudal ke arah UEA.

Sebagian besar serangan berhasil dicegat.

Tak lama setelah pesan pertama dikirim, otoritas kembali mengirim pemberitahuan yang meminta warga mengabaikan peringatan sebelumnya.

>>> Promo Schooliday Trans Studio: Tiket Mulai Rp108 Ribu Selama Libur Sekolah

Permintaan Maaf Resmi

Otoritas Nasional Penanggulangan Krisis dan Bencana (NCEMA) bersama instansi terkait menyampaikan permohonan maaf atas gangguan teknis yang tidak disengaja.

Pernyataan itu diunggah melalui akun X resmi.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa gangguan teknis mendadak pada sistem peringatan dini telah ditangani dan diatasi oleh otoritas terkait.

UEA, negara kaya minyak yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, berada di garis depan serangan balasan Iran atas serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

>>> Kades Prambanan Buka Suara soal Kembang Api Prewedding Sespri Prabowo

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi Abu Dhabi pekan ini dalam rangkaian lawatan untuk meyakinkan negara-negara Teluk terkait proses perundingan damai dengan Iran.