Israel dan Lebanon telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja setelah beberapa hari negosiasi yang dimediasi Amerika Serikat (AS) pada Jumat (26/6).

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan perjanjian tersebut akan menjadi fondasi untuk upaya perdamaian dan keamanan antara kedua negara.

in1

>>> Iran Geram soal Serangan Baru AS: Penyesalan di Pihak Mereka!

"Kami dengan senang hati mengumumkan perjanjian kerangka kerja antara Lebanon, dan tentu saja, Israel, dengan mediasi dan dukungan dari AS," ujar Rubio pada acara penandatanganan.

Perjanjian ini muncul di tengah aksi saling gempur yang terus berlangsung antara Israel dan Hizbullah di Lebanon, meski ada gencatan senjata yang berlaku.

Lebanon terseret dalam perang Timur Tengah usai Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai balas atas serangan AS-Israel ke Iran.

Hizbullah sendiri tak ikut serta dalam perundingan. Belum jelas apakah mereka akan setuju untuk menarik pasukannya dari wilayah Lebanon selatan.

Aksi AS memediasi kedua negara muncul lantaran kekhawatiran akan ketegangan berkelanjutan antara Israel dan Hizbullah dapat merusak kesepakatan damainya dengan Iran.

>>> Daftar 26 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Isi Perjanjian Kerangka Kerja

Setidaknya ada 14 poin yang disoroti dalam perjanjian tersebut.

Israel dan Lebanon sama-sama menegaskan hak masing-masing untuk hidup damai dan menyatakan keinginan bersama untuk hidup dengan aman sebagai negara berdaulat yang bertetangga.

Dokumen tersebut secara khusus mencatat 'penghentian semua tindakan permusuhan atau tindakan merugikan di forum politik atau hukum internasional antara Israel dan Lebanon.

Kedua negara juga berjanji untuk berupaya membebaskan para tahanan serta mengembalikan jenazah korban.

Kendati demikian, kedua negara tetap berhak untuk menjalankan hak mereka untuk membela diri. Perjanjian tak menyebutkan hal-hal yang bisa mencegah kemauan setiap negara untuk membela diri.

>>> Alasan Jokowi Pilih Lampung untuk Safari Politik Perdana Bersama PSI

Perjanjian juga menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) akan memulihkan otoritas kedaulatan atas seluruh wilayah negara hingga pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara yang telah diverifikasi.