Duka masih menyelimuti lingkungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan setelah Sekretaris Dinas PRKP, Ruly Yunis Setiawati, meninggal dunia. Pada Jumat (26/6/2026) pagi, suasana di ruang sekretariat terasa berbeda. Aktivitas yang biasanya berjalan sibuk berubah hening, sementara para pegawai tampak masih sulit menerima kepergian rekan sekaligus pimpinan mereka.

Di sudut ruang sekretariat, kursi kerja yang biasa ditempati Ruly kini kosong. Sebuah bantal sandaran kecil berwarna merah masih berada di atas kursinya, sedangkan meja kerjanya telah bersih dari berkas-berkas yang sebelumnya biasa ia tangani.

Staf Masih Mengenang Sosok Disiplin dan Ramah

in1

Sejak pukul 07.30 WIB, beberapa pegawai terlihat duduk di meja kerja masing-masing dengan suasana yang lebih sunyi dibanding hari-hari sebelumnya.

Salah seorang staf sekretariat, Grecia Virna Handayani, mengaku masih sulit melupakan kebiasaan atasannya yang selalu datang paling awal ke kantor.

"Biasanya jam segini Ibu Ruly sudah datang. Beliau itu tipe atasan yang selalu disiplin dan datang lebih dulu daripada staf-stafnya," ujarnya.

Grecia mengatakan komunikasi terakhir melalui grup WhatsApp internal berlangsung pada Sabtu (13/6/2026). Saat itu Ruly menyampaikan kesediaannya mewakili kepala dinas menghadiri rapat kepegawaian.

Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Senin (15/6/2026). Menurut Grecia, Ruly dikenal mudah bergaul, senang bercanda, dan perhatian kepada seluruh pegawai.

>>> Kim Yuna Ungkap Makna Pernikahan di Tahun Keempat

Sempat Masuk Kantor Sebelum Menghilang

Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Roniyun Hamid, menyampaikan Ruly masih sempat bekerja pada Rabu (17/6/2026). Namun saat itu aplikasi E-Presensi ASN yang digunakannya mengalami kendala sehingga absensi digital tidak dapat diproses.

"Hari Rabu itu Bu Ruly masih masuk kerja. Hanya saja, saat itu sistem aplikasi E-Presensi ASN miliknya sempat error atau penuh, sehingga beliau tidak bisa melakukan absensi digital secara masuk ke sistem," kata Roniyun.