Bayangkan meninggalkan New York setelah sarapan dan tiba di London sebelum kopi Anda dingin.

Itulah janji di balik rencana pesawat hipersonik Hermeus, yang dirancang terbang sekitar Mach 5 dan menggunakan landasan pacu biasa.

>>> Harry Styles Sempat Tersungkur Saat Konser di Wembley, Lanjutkan Penampilan Usai Pulih

Perusahaan rintisan asal Amerika Serikat itu belum sampai di sana, tetapi program uji coba Quarterhorse telah bergerak dari sekadar rendering berani ke penerbangan nyata.

Hal ini penting bagi penerbangan, pertahanan, dan lingkungan.

Pada 2025, Hermeus menerbangkan Quarterhorse Mk 1 tanpa awak di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California.

Pada 2026, mereka mengumumkan bahwa Quarterhorse Mk 2.1 yang lebih besar telah mencapai Mach 1,21, membuat perlombaan ini tidak lagi sekadar fiksi ilmiah.

Penerbangan Pendek dengan Bayangan Panjang

Quarterhorse Mk 1 dibangun untuk membuktikan sesuatu yang kurang glamor dari Mach 5, tetapi sangat penting.

Hermeus ingin memvalidasi lepas landas dan pendaratan berkecepatan tinggi dengan pesawat tak berawak besar yang bentuknya didorong oleh penerbangan Mach tinggi di masa depan.

Perusahaan mengatakan pesawat itu dari konsep hingga siap terbang hanya dalam waktu lebih dari setahun.

Jika pesawat penumpang hipersonik masa depan ingin beroperasi seperti pesawat biasa, ia harus menggunakan bandara, mendarat dengan andal, dan mengulangi prosesnya tanpa sistem peluncuran eksotis.

Mk 1 ditenagai oleh mesin GE J85, keluarga turbojet militer yang terkenal.

Hermeus mengatakan kampanye penerbangan Edwards memvalidasi model aerodinamika, sistem kendali, sistem bahan bakar, manajemen termal, avionik, dan subsistem kunci lainnya.

Mesin adalah Taruhannya

Jantung dari rencana ini adalah Chimera, mesin gabungan berbasis turbin Hermeus.