Google: RUU Hak Cipta Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
Google menyatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta yang tengah dibahas berpotensi menghambat inovasi teknologi, mempersempit akses informasi, dan mengurangi daya saing Indonesia dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Pernyataan tersebut disampaikan Google melalui situs resminya pada Senin (29/6/2026).
>>> Galaxy Buds4 Pro Andalkan AI dan Sensor Fusion untuk Panggilan Jernih
Perusahaan teknologi global itu menilai regulasi hak cipta memang penting untuk melindungi karya kreatif, namun aturan yang terlalu luas dan kaku dapat membawa konsekuensi negatif.
"Menemukan keseimbangan yang tepat antara ekosistem internet dan AI yang terbuka serta inovatif, dengan hak pemegang hak cipta memang rumit, tetapi sepenuhnya memungkinkan," tulis Google.
Google menambahkan bahwa mandat yang kaku dan terlalu luas justru akan merugikan kreator lokal, memperlambat inovasi, dan melemahkan daya saing Indonesia dalam dinamika global.
Potensi Ekonomi Digital Indonesia
Google menyoroti bahwa Indonesia saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Pasifik.
Nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 180 miliar dolar AS hingga 340 miliar dolar AS pada 2030.
>>> 3 Fitur HP Lipat untuk Multitasking dan Produktivitas Profesional Muda
Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya jumlah kreator digital dan adopsi AI oleh pelaku usaha maupun masyarakat.
Google mencatat lebih dari 4.000 kreator YouTube Indonesia kini memiliki lebih dari satu juta pelanggan, sementara sekitar 17 juta usaha kecil telah memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi bisnis.
Lebih dari 80 persen masyarakat Indonesia disebut telah menggunakan teknologi AI dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi, belajar, hingga meningkatkan keamanan saat beraktivitas di internet.
Potensi Pembatasan Akses Informasi
Google menilai salah satu dampak perubahan RUU Hak Cipta adalah potensi pembatasan platform digital dalam menampilkan tautan maupun cuplikan berita (snippets).
Kebijakan ini justru dapat mengurangi distribusi konten digital dari media dan membatasi kerja sama komersial yang selama ini telah berjalan.
>>> Harga iPhone 18 Pro Dirumorkan Naik, iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp30 Juta
"Perubahan-perubahan ini akan mengikis kepercayaan konsumen, menghambat ekosistem internet yang terbuka, dan membatasi akses ke informasi penting," ungkap Google.
Update Terbaru
Suami Jamie King Minta Cerai Cepat, Rela Tak Dapat Nafkah
Senin / 29-06-2026, 15:23 WIB
Komnas Perempuan Minta Maaf soal Pernyataan Kasus YTR Bukan Penyiksaan
Senin / 29-06-2026, 15:23 WIB
Dua Peluang Messi vs Ronaldo Terjadi di Piala Dunia 2026
Senin / 29-06-2026, 15:23 WIB
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
Senin / 29-06-2026, 15:22 WIB
Cape Verde Bikin Pelatih Argentina Waspada Tingkat Tinggi
Senin / 29-06-2026, 15:21 WIB
Wimbledon Dikritik karena Beri Wildcard ke Serena Williams
Senin / 29-06-2026, 15:21 WIB
Suasana Haru Rumah Duka Dokter Icha Jelang Pemakaman
Senin / 29-06-2026, 15:21 WIB
Rencana Pemakaman Ali Khamenei: Jadwal, Lokasi, dan Pengamanan
Senin / 29-06-2026, 15:21 WIB
Cegah PHK, Pemerintah Turunkan Harga LNG Industri Jadi US$13 per MMbtu
Senin / 29-06-2026, 15:21 WIB
Ritual Injak Kepala Kerbau Jokowi Dinilai Tantangan untuk PDIP
Senin / 29-06-2026, 15:21 WIB
Wimbledon 2026: Jadwal, Unggulan, Wildcard, dan Siaran TV
Senin / 29-06-2026, 15:18 WIB
Daftar HP dan Tablet Samsung yang Tak Kebagian Android 17 dan One UI 9.0
Senin / 29-06-2026, 15:18 WIB
Momen Timnas Voli Indonesia Pulang Bawa Trofi Juara AVC Men's Cup
Senin / 29-06-2026, 15:18 WIB
Pria Pengamen Tewas Ditusuk Sesama Anak Punk di Cikarang Barat, Pelaku Ditangkap
Senin / 29-06-2026, 15:15 WIB






