Apple diperkirakan akan menaikkan harga iPhone 18 Pro dan ponsel lipat barunya pada September 2026 mendatang.

Lonjakan harga komponen memori DRAM dan NAND Flash untuk kebutuhan teknologi AI menjadi penyebab utama kenaikan tersebut.

>>> Samsung Siapkan Galaxy Z Slide, Ponsel Layar Gulung 10 Inci Meluncur 2028

CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa krisis pasokan komponen memori ini memaksa perusahaan meninjau kembali strategi harganya.

Sejumlah pembocor informasi dari China mengindikasikan Apple akan menaikkan harga jajaran iPhone 18 Pro dan iPhone Fold saat diluncurkan pada September 2026.

Menurut laporan Gizchina, tiga sumber berbeda di platform Weibo memprediksi kenaikan harga perangkat premium Apple dengan besaran yang bervariasi.

Pembocor Digital Chat Station memperkirakan harga awal iPhone 18 Pro di China naik dari 8.999 yuan (Rp23,59 juta) menjadi 9.999 yuan (Rp26,22 juta), atau meningkat sekitar 11 persen.

Jika pola harga global dipertahankan, harga awal perangkat tersebut diperkirakan di kisaran 1.220 dolar AS (Rp21,76 juta).

Sementara itu, Instant Digital memperkirakan iPhone 18 Pro Max 256GB akan dibanderol antara 10.999 yuan (Rp28,86 juta) hingga 11.499 yuan (Rp30,17 juta).

>>> 6 HP Vivo RAM 8 GB dengan Baterai 6000 mAh, Awet Seharian untuk Gaming hingga Kerja

Rumor yang lebih berani datang dari Fixed Focus Digital, yang menyebut ponsel lipat pertama Apple berpotensi dijual 10–20 persen lebih mahal dari perkiraan awal.

Biaya Chip Memori AI Jadi Penyebab Utama

Kenaikan harga tersebut diyakini dipicu melonjaknya biaya komponen memori yang digunakan pada smartphone premium.

Berdasarkan riset TechInsights, biaya DRAM 12GB yang digunakan pada iPhone 18 Pro diperkirakan melonjak dari sekitar 39 dolar AS (Rp695.331) menjadi 145 dolar AS (Rp2,59 juta).

Di sisi lain, harga penyimpanan NAND Flash 256GB juga diprediksi naik dari sekitar 13 dolar AS (Rp231.671) menjadi 51 dolar AS (Rp908.863,35).

Lonjakan tersebut berarti harga DRAM meningkat sekitar 272 persen, sedangkan biaya NAND melonjak hingga 292 persen.

>>> 4 Tablet RAM 8GB Rp1 Jutaan dengan Layar Tajam dan Baterai Jumbo untuk Sekolah

TechInsights memperkirakan Apple perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro sekitar 270 dolar AS (Rp4,82 juta) hanya untuk mempertahankan margin keuntungan.