Kenaikan harga yang dilakukan Apple untuk MacBook dan iPad pekan ini mendapat sorotan luas.

Apple beralasan bahwa mereka selama ini menahan kenaikan harga demi konsumen, namun kini terpaksa menaikkan harga.

>>> Film Baru King of Prism -Tri-Star Act- Diumumkan, Fokus pada Kompetisi Trio

Samsung diam-diam sudah menaikkan harga beberapa ponsel dan tablet lebih awal tahun ini. Bahkan, ada laporan bahwa perangkat lipat dan wearable terbaru akan lebih mahal dari pendahulunya.

Apple setidaknya memberi kesan bahwa kenaikan harga ini bersifat sementara dan merupakan respons terhadap kondisi luar biasa.

Namun, optimisme bahwa harga akan kembali turun saat siklus memori mereda mungkin keliru.

Kenaikan Harga Chip Memori Dorong Kenaikan Harga Perangkat

Kenaikan harga ini sebagian besar dipicu oleh lonjakan harga chip memori akibat permintaan AI.

Pasokan sangat ketat sementara permintaan terus meningkat, dan kapasitas baru baru akan tersedia dalam beberapa tahun.

Memori secara historis sangat siklis: harga naik tapi sering turun lebih tajam.

Pola yang bisa diprediksi itu kini telah hilang dan kemungkinan tidak akan kembali karena pembangunan infrastruktur AI baru saja dimulai.

Seiring AI menjadi semakin sentral dalam kehidupan, permintaan untuk meningkatkan infrastruktur AI akan terus meningkat.

Ini adalah fenomena global; perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia berinvestasi besar-besaran agar tidak tertinggal.

>>> Sentimental Graffiti: Game Dating Sim Klasik 1998 Dapatkan Remake

Analis pasar memperkirakan kelangkaan akan berlanjut hingga setelah 2028. Bahkan ketika kapasitas baru tersedia, harga diperkirakan tidak akan turun ke level sebelumnya.

Pasar mungkin menemukan keseimbangan di mana harga tetap tinggi lebih lama.

Sejarah mendukung skenario ini. Krisis chip era COVID menyebabkan kenaikan harga elektronik konsumen.