Vertu Alphafold, ponsel lipat mewah dengan harga 6.800 dolar AS atau sekitar Rp 110 juta, mulai diuji coba oleh jurnalis teknologi Andy Boxall.

Harga tersebut tiga kali lipat dari Samsung Galaxy Z Fold7.

>>> Aplikasi Android Ini Mengajarkan Saya Navigasi Langit, Mengubah Cara Saya Melihat Malam

Boxall memiliki pengalaman panjang dengan Vertu sejak masih menjadi perusahaan Inggris. Ia bahkan pernah mengunjungi pabriknya untuk melihat proses perakitan tangan lebih dari satu dekade lalu.

Kini, ia mendapat kesempatan meninjau Vertu Alphafold. Namun, setelah beberapa jam pertama, ia masih ragu apakah ponsel ini layak dibanderol selangit.

Kesan Pertama: Kemasan Mewah, Tapi...

Kotak Alphafold besar dan bertingkat, dengan klip logam, lapisan lembut, dan nuansa mahal. Ponsel tersimpan dalam flip-top case yang dramatis.

Model standar yang diulas memiliki panel belakang kulit anak sapi quilted hitam. Teksturnya lembut dan hangat, jauh di atas bahan vegan tipis pada ponsel 'kulit' lainnya.

Modul kameranya mengingatkan pada Vertu Signature klasik, namun tidak terlihat istimewa. Ada tiga sekrup terbuka di bagian bawah yang sulit dipastikan keasliannya.

Tiga kamera tersusun rapat di sisi, dengan panel kaca besar yang tampak seperti layar sekunder, padahal tidak. Engselnya memiliki pola clou-de-Paris yang terasa mewah.

Spesifikasi dan Perbandingan

Alphafold menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 8 Elite dari tahun 2024, yang juga dipakai di Poco F8 Pro seharga 500 poundsterling.

Lebih buruk lagi, ponsel ini masih menjalankan Android 15.

Boxall mencatat bahwa Android 16 sudah membawa banyak kemajuan, dan Android 17 sudah tersedia di Pixel. Menggunakan ponsel baru dengan Android 15 terasa ketinggalan zaman.