Timnas Inggris memastikan diri lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Panama dengan skor 2-0.

Namun, kemenangan tersebut justru memicu kritik tajam terhadap performa skuad asuhan Thomas Tuchel. Mantan striker Premier League, Troy Deeney, menilai permainan Three Lions masih jauh dari kata meyakinkan.

>>> Cape Verde Bikin Pelatih Argentina Waspada Tingkat Tinggi

Dalam pertandingan melawan Panama, Jude Bellingham membuka keunggulan Inggris sebelum Harry Kane memastikan kemenangan lewat gol kedua.

Meski menguasai jalannya laga, Inggris dinilai tampil kurang efektif dan sempat kesulitan menembus pertahanan disiplin Panama, terutama di babak pertama.

Troy Deeney Soroti Sikap dan Efektivitas Inggris

Menurut Deeney, sejumlah pemain depan Inggris bermain terlalu individualistis dan sering membuang peluang akibat keputusan yang kurang tepat.

Ia secara khusus mengkritik Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Noni Madueke yang dinilai terlalu mudah kehilangan bola.

"Lihatlah penguasaan bola yang mereka hilangkan: 14 untuk Saka, 20 untuk Rashford, dan tujuh untuk Marcus Rashford," katanya di stasiun televisi Amerika Serikat, CBS.

"Itu tidak masalah jika Anda benar-benar cerdas dalam memberikan umpan dan mencoba gerakan-gerakan kecil di sudut lapangan."

Deeney juga menyoroti sikap para pemain sayap Inggris yang dianggap tampil dengan rasa percaya diri berlebihan saat menghadapi Panama.

>>> Wimbledon Dikritik karena Beri Wildcard ke Serena Williams

Menurutnya, beberapa pemain Three Lions seolah merasa memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan lawan hanya karena bermain di klub-klub elite Eropa.

"Anda tahu seperti apa mereka, mereka sombong dan tidak tahu apa-apa.

Mereka merasa 'Saya lebih cepat dari orang itu, saya hanya akan berlari melewatinya, saya bermain untuk klub mana pun, saya lebih baik dari orang itu'," ujar Deeney.

"Anda bermain melawan pemain lain di sisi berlawanan yang bermain untuk tim nasional mereka dan merasa 'ini penting bagi saya'.

Mereka tidak tahu apa-apa dan sombong."

Deeney juga menilai ekspektasi publik terhadap gaya bermain menyerang racikan Thomas Tuchel terlalu tinggi.

>>> Suasana Haru Rumah Duka Dokter Icha Jelang Pemakaman

Meski berhasil lolos ke fase gugur sebagai juara grup, ia merasa performa Inggris belum mencerminkan kualitas skuad bertabur bintang yang dimiliki.