Rekaman bodycam yang baru muncul kembali dalam kasus Taylor Parker memperlihatkan terpidana pembunuh itu di sebuah rumah sakit di Oklahoma.

Dalam video tersebut, Parker dengan putus asa berusaha meyakinkan petugas bahwa ia baru saja melahirkan.

>>> Istana Umumkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Karya Fajar Novario

Faktanya, janin yang ia bawa adalah hasil operasi caesar darurat yang ia lakukan sendiri terhadap temannya yang dibunuh, Reagan Simmons-Hancock.

Rekaman yang diperoleh TMZ dari Pengadilan Bowie County itu memperlihatkan penyidik berada di samping tempat tidur Parker.

Mereka menjelaskan bahwa mereka sudah yakin Parker membunuh Simmons-Hancock dan mengambil bayi dari rahimnya.

Penyidik hanya ingin mencari tahu alasannya, dengan menyebut kemungkinan depresi dan pengobatan.

Parker tampak sangat tertekan dan berulang kali bersikeras kepada petugas bahwa ia baru saja mengalami kontraksi saat mengemudi.

Namun, polisi tidak percaya dengan ceritanya dan mengatakan, "Kami tahu Anda melakukannya."

>>> Panas Ekstrem, Kamar Mayat di Prancis Kewalahan Tampung Jenazah

Akhirnya, Parker menangis dan mengungkapkan kesedihannya karena temannya telah meninggal. Ia juga mengeluh sakit kepala dan mengatakan bahwa ia pernah mengalami stroke pada tahun 2015.

Menurut jaksa, Parker telah berpura-pura hamil selama berbulan-bulan sebelum membunuh Simmons-Hancock yang sedang hamil lebih dari delapan bulan.

Parker kemudian mengeluarkan bayi yang belum lahir melalui operasi caesar darurat.

Bayi itu kemudian meninggal, dan Parker dihukum karena pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman mati.

Ia masih menunggu tanggal eksekusi dan saat ini menjadi wanita termuda di hukuman mati di Texas.

Rekaman bodycam ini menambah perhatian baru pada kasus tersebut setelah liputan baru-baru ini di Netflix dalam serial "Maternal Instinct."

>>> Kebakaran Polsek Biau Buol, Asrama hingga Rumah Dinas Hangus

Pemirsa kembali menyoroti rangkaian peristiwa mengerikan yang menyebabkan penangkapan dan hukuman Parker.