Taylor Parker, terpidana mati di Texas, masih menunjukkan sisi keibuan saat menelepon putrinya dari penjara. Rekaman panggilan tersebut kini telah terungkap.

Panggilan yang diperoleh TMZ dari Pengadilan Bowie County itu memperlihatkan percakapan antara Parker, putrinya Emersyn, dan ibunya Shona Prior.

>>> Portugal Bertekad Juarai Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota

Isinya jauh dari kasus mengerikan yang membuat Parker mendekam di hukuman mati.

Alih-alih membahas pembunuhan dan penculikan janin, mereka justru berbicara tentang api unggun, badai petir, dan hadiah Natal awal.

Dalam rekaman, Emersyn dengan antusias menggambarkan perhiasan safir dan berlian yang diterimanya sebagai hadiah awal. Ia juga memberi tahu ibunya bahwa adik laki-lakinya, Trey, mendapat kalung salib.

Parker bereaksi seperti orang tua yang bangga sebelum sistem otomatis penjara memotong dan memperingatkan bahwa panggilan akan segera berakhir.

>>> Babak 1 Piala Dunia 2026: Afrika Selatan vs Kanada Masih Imbang

Kasus Parker Kembali Disorot

Dokumenter Netflix "Maternal Instinct" kembali menyorot kasus Parker. Jaksa menyebut Parker berpura-pura hamil selama berbulan-bulan sebelum membunuh temannya, Reagan Simmons-Hancock.

Ia kemudian mencuri bayi dari rahim korban dan melarikan diri ke rumah sakit untuk berpura-pura bahwa bayi itu adalah miliknya.

Bayi tersebut kemudian meninggal.

TMZ juga memperoleh surat penjara Parker yang meminta maaf kepada ayah mantan pacarnya, Jimmy, serta rekaman 911 di mana ia bersikeras baru saja melahirkan.

>>> Messi Cetak Enam Gol, Lebih Banyak dari 30 Tim di Piala Dunia 2026

Parker dihukum karena pembunuhan pada tahun 2022 dan dijatuhi hukuman mati. Ia menjadi wanita termuda di hukuman mati Texas.