Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membongkar cara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membangun identitas kepemimpinannya selama berkuasa.

Menurut PDIP, hal itu tercatat rapi dan diperkuat oleh ritual menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung.

>>> Trump Ancam Iran: 'Tak Akan Ada Lagi' Jika Serang Lagi

Politikus PDIP Guntur Romli mengatakan kepemimpinan Jokowi dibangun melalui konsep the triangle of authoritarian populism.

Konsep itu merupakan perpaduan tiga karakter yang saling melengkapi dalam membentuk gaya kepemimpinannya.

Unsur pertama adalah feodalisme yang memosisikan diri sebagai seorang raja.

Unsur kedua adalah populisme yang diwujudkan melalui pembagian bantuan kepada masyarakat untuk menarik dukungan politik.

Sementara unsur ketiga adalah karakter yang menempatkan kekuasaan sebagai tujuan utama.

Guntur mengatakan ketiga hal tersebut sudah terlihat dalam berbagai langkah politik Jokowi, baik saat maupun setelah menjabat.

Manuver injak kepala kerbau sebagai presiden semakin memperkuat kesimpulan tersebut.

>>> Iran Tegaskan Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Siap Hadapi Ancaman AS

"Tidak heran meskipun sudah menjadi presiden dua periode dan menjadikan anaknya sebagai wapres melalui manipulasi pengadilan dan menantunya sebagai gubernur," kata Guntur, dikutip Senin (29/6).

Ia juga mengaitkan prosesi menginjak kepala kerbau dengan simbol relasi kekuasaan antara pengikut dan Jokowi.

Menurutnya, kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut yang terlena oleh sosok pemimpin, padahal yang terjadi adalah upaya mempertahankan kekuasaan dalam lingkaran keluarga.

"Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut yang terbuai di balik perilaku raja, padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi viral usai menginjak kepala kerbau dalam prosesi penganugerahan gelar kehormatan adat di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026).

Momen itu memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai makna ritual tersebut dalam tradisi adat Lampung.

Hingga acara berakhir, Jokowi belum memberikan penjelasan mengenai filosofi prosesi tersebut.

>>> Iran Kecam AS Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026: 'Ini Bencana'

Pihak penyelenggara juga belum menyampaikan keterangan resmi terkait makna simbolis dari ritual yang menjadi perhatian publik itu.