Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ia mengancam bahwa Iran bisa lenyap jika terus memicu konflik.

Pernyataan itu muncul setelah militer AS melancarkan serangan terbaru ke sejumlah target militer Iran. Serangan tersebut menyasar lokasi penyimpanan rudal, gudang drone, dan instalasi radar pesisir.

>>> Iran Tegaskan Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Siap Hadapi Ancaman AS

Trump menyebut serangan itu sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Iran.

"Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone serta lokasi radar pesisir karena mereka kembali melanggar perjanjian gencatan senjata," ujarnya, Senin (29/6).

Meski mengklaim masih berupaya menahan diri, Trump memperingatkan bahwa kesabaran Amerika terbatas.

"Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi bisa bersikap masuk akal dan akan dipaksa menyelesaikan secara militer apa yang telah kami mulai dengan sangat berhasil," katanya.

>>> Iran Kecam AS Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026: 'Ini Bencana'

Trump kemudian menutup pernyataannya dengan ancaman paling keras. "Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi," tegasnya.

Pernyataan ini menandai eskalasi retorika dari Washington.

Sebelumnya, AS beberapa kali menyerang fasilitas militer Iran dengan dalih menanggapi pelanggaran gencatan senjata dan serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

Hingga berita ini ditulis, Iran belum memberikan tanggapan resmi.

>>> Jadwal Rilis Dorohedoro Season 2 di Crunchyroll

Namun, Teheran sebelumnya berulang kali menegaskan akan membalas setiap serangan AS dan menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran kesepakatan damai.